Senin, 16 Maret 2020 16:42 WITA

Iqbal Suhaeb: Apel ASN Ditiadakan Sementara, Absen Tetap Jalan

Penulis: Yuniastika Datu
Editor: Nur Hidayat Said
Iqbal Suhaeb: Apel ASN Ditiadakan Sementara, Absen Tetap Jalan
Pemerintah Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Covid-19 di Kantor Wali kota Makassar, Senin (16/3/2020).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Covid-19 di Kantor Wali kota Makassar, Senin (16/3/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, apel dan upacara hari kedisiplinan bagi ASN untuk sementara ditiadakan. Namun, absen tetap jalan. 

"Jika ke kantor, tidak ada Apel lagi. Langsung absen saja," ujarnya diikuti tawa hadirin.

Iqbal mengatakan, lockdown tidak diberlakukan, namun setiap orang mesti melakukan self isolation, sosial distance dengan saling menjaga jarak minimal satu meter dan untuk sementara saling memberi salam tanpa berjabat tangan.

"Kurangi aktivitas di luar rumah, kalau tidak terlalu penting jangan keluar. Tapi pergi kerja itu hal yang penting," tambahnya. 

Selain itu, sejumlah keputusan strategis lainnya yang disampaikan dalam bentuk Surat Edaran Wali Kota Makassar, yakni menunda sementara lomba-lomba yang melibatkan peserta didik, pelajar, dan masyarakat. Menghentikan proses belajar di sekolah hingga 31 Maret.

“Pemerintah pusat telah menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional nonalam. Hari ini kita mereponsnya dengan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pihak untuk menyampaikan beberapa keputusan strategis sebagai bentuk pencegahan kita di Makassar,” ujar Iqbal.

loading...

Meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD). Mempertimbangakan untuk menunda semua kegiatan, evenr baik indoor maupun outdoor yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta dengan melibatkan orang banyak sampai batas waktu yang dianggap kondusif. 

“Kegiatan Hari Kebudayaan Kota Makassar 1 April juga kita tunda. Termasuk juga aktivitas di pesantren-pesantren kita minta untuk hentikan. Ada beberapa pihak pesantren yang sudah komunikasi dengan kita, dan selebihnya akan kita informasikan," ujarnya.

"Rumah-rumah ibadah kita minta tingkatkan kebersihannya, utama karpetnya untuk dibersihkan. Insyaallah kita bersama-sama menghadapi semua ini, semoga saja segera berlalu dan aktivitas kembali normal,” ujar Iqbal.

Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo mengatakan, masyarakat telah menunggu sikap pemerintah dalam menyikapi penyebaran Covid-19 ini.

"Hampir semua kepala daerah telah bersikap, yang dinantikan warga Makassar hari ini adalah bagaimana langkah-langkah antisipasi pemerintah kota," tuturnya.

Dalam rapat koordinasi ini, hadir sejumlah stakeholder, di antaranya Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, M Ichsan Mustari, Ketua Tim Kesiapsiagaan Pandemi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Irawaty Djaharuddin, perwakilan Universitas Hasanuddin, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Makassar, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Makassar, pelaku event organizer (EO), pimpinan OPD Kota Makassar, para kepala sekolah dan sejumlah stakeholder lainnya.

Loading...
Loading...