Kamis, 12 Maret 2020 15:03 WITA

Pemerintah 'Santai', Begini Skenario Terburuk Potensi Penyebaran Virus Corona di Jakarta

Editor: Nur Hidayat Said
Pemerintah 'Santai', Begini Skenario Terburuk Potensi Penyebaran Virus Corona di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

RAKYATKU.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membeberkan simulasi terburuk penyebaran virus corona (covid-19) di DKI Jakarta. 

Kondisi terburuk itu terjadi andai tak ada langkah serius dalam mencegah penyebaran virus tersebut.

Anies mengungkapkan akan muncul 6.000 kasus masyarakat terjangkit virus corona andai dalam dua pekan pemerintah masih belum melakukan langkah lebih serius dalam melakukan pencegahan.

"Kalau dua minggu ke depan kita tidak melakukan langkah-langkah yang serius, punya potensi bisa 6.000 kasus, 840 parah, 300 kritis. Ini simulasi dengan menggunakan skenario terburuk," kata Anies dalam program Mata Najwa, Rabu malam (11/3/2020).

Anies menyebut ada dua model tindakan yang diambil sejumlah negara dalam mencegah penyebaran virus corona. Model pertama dilakukan oleh Iran, Korea Selatan, Italia, dan Amerika Serikat.

Anies mencontohkan Italia yang cenderung santai melakukan pencegahan dan pengetesan terbatas, kasus corona melonjak drastis dari awal cuma 4 kasus menjadi 9.172 kasus dalam 18 hari.

Sementara, model tindakan kedua diterapkan Singapura, Vietnam, dan Selandia Baru yang melakukan pencegahan dan pengetesan terhadap masyarakatnya sejak awal. 

Menurutnya, ketiga negara ini mampu menekan penyebaran virus corona karena sudah mencegah dari awal.

loading...

Anies menyatakan akan menerapkan apa yang dilakukan Singapura, Vietnam, maupun Selandia Baru di wilayah Jakarta.

"Apa yang terjadi jika dikendalikan. Di Selandia baru, baru 4 kasus, 8 ribu orang diisolasi. Langkahnya, tau lokasi di mana, berinteraksi dengan siapa aja, di mana saja, lalu dianjurkan suka rela melakukan isolasi," bebernya.

Anies menyampaikan data orang dalam pemantauan pada 1 Maret sebanyak 136 orang, namun dalam 11 hari sudah mencapai 401 orang.

Kemudian pasien dalam pengawasan pada 1 Maret sebanyak 47 orang dan meningkat mencapai 197 orang sampai kemarin. Orang dalam pemantauan 1 maret itu 136, dalam 11 hari sudah menjadi 401, pasien dalam pengawasan 1 maret 47 per hari ini sudah 197.

"Lebih baik melakukan langkah lebih, langkah yang ekstra meskipun konsekuensi finansialnya tinggi, konsekuensi ekonomi tinggi, tapi itu akan menyelamatkan warga dari potensi corona virus," tuturnya.

Sumber: CNN Indonesia

Loading...
Loading...