Selasa, 10 Maret 2020 13:57 WITA

Tawarkan Investasi Bodong ke Warga Parepare, Pria Parlente Ini Ditangkap di Balikpapan

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Abu Asyraf
Tawarkan Investasi Bodong ke Warga Parepare, Pria Parlente Ini Ditangkap di Balikpapan
Heri Asri (tengah/bertopi)

RAKYATKU.COM - Pelarian Heri Asri (51) berakhir. Pelaku penipuan investasi bodong itu ditangkap di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dia ditemukan di kamar salah satu hotel.

Tim Crime Hunter dan Unit III Tipidter Polres Parepare jauh-jauh datang menjemputnya. Mereka dibantu Unit Resmob Polda Kalimantan Timur. 

"Pelaku diamankan Senin (9/3/2020) saat sedang bersembunyi di salah satu kamar hotel yang ada di Kota Balikpapan," ujar Kasat Reskrim Polres Parepare, Iptu Asian Sihombing, Selasa (10/3/2020).

Penangkapan pelaku, kata mantan Kasat Reskrim Bantaeng tersebut, berdasarkan laporan dari beberapa warga yang menjadi korban penipuan.

Pelaku menawarkan investasi batu bara. Dia menawarkan Rp9 juta per kontainer. Orang yang berinvestasi dijanjikan keuntungan Rp800 ribu per bulan. Uang akan ditransfer ke rekening.

"Sempat berjalan namun setelah sembilan bulan, pelaku sudah tidak bisa dihubungi. Hilang jejak. Menurut informasi, ada puluhan korban yang mengalami hal serupa," terang Asian.

Saifuddin Laintang, salah satu korbannya. Dia mengaku telah melakukan penelusuran  terkait keberadaan pelaku.

"Kami temukan korban lain di luar Kota Parepare. Seperti di Mamuju. Pelaku ternyata menjanjikan proyek kepada kontraktor dengan terlebih dahulu menyetorkan uang sebagai fee," ungkap Saifuddin.

loading...

Penampilan pelaku, katanya, sangat meyakinkan. Gayanya parlente. Memakai mobil mewah.

"Saudaranya merupakan salah satu pejabat di Kabupaten Barru," tambahnya.

Di Parepare, Heri menyasar warung kopi. Di sana, dia menawarkan investasi kepada pengunjung berduit. Dia mengatasnamakan PT Golden Jaya. Katanya bergerak di bidang tambang batu bara. 

Pelaku juga mencaplok perusahaan minyak goreng ternama, Bimoli. Itu diungkap Haji Bahar, korban lainnya. Dia mengaku menyetor Rp605 juta.

"Katanya kerja sama perusahaan Bimoli. Satu kontainer dengan modal investasi Rp9 juta, investor dapat keuntungan Rp800 ribu. Saya tergiur karena sudah pernah dapat deviden beberapa bulan," kata Bahar.

"Namun mau untung, ternyata sekarang saya buntung," tuturnya.
 

Loading...
Loading...