Senin, 09 Maret 2020 16:58 WITA

Anggota TNI yang Tertembak saat Berwudu Tinggalkan Istri dan 3 Anak, Si Bungsu Baru 1 Tahun

Editor: Abu Asyraf
Anggota TNI yang Tertembak saat Berwudu Tinggalkan Istri dan 3 Anak, Si Bungsu Baru 1 Tahun
Serka anumerta La Ongge semasa hidup.

RAKYATKU.COM - La Ongge langsung mendapat pangkat anumerta. Dari sersan satu (sertu) menjadi sersan kepala (serka).

La Ongge menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), Senin (9/3/2020). Terjadi sekitar pukul 05.00 WIT.

Korban saat itu baru saja selesai berwudu untuk salat subuh. Saat hendak beranjak kembali ke pos, dia kena pantulan peluru pada telinga kiri bagian bawah.

Tentara asal Bau-Bau, Sulawesi Tenggara itu adalah anggota Koramil 1710-05/Jila. Rencananya, dia akan dimakamkan kampung halamannya di Baubau, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Jenazah baru akan diterbangkan dari Timika Selasa (10/3/2020). Menggunakan penerbangan Batik Air dari Timika menuju Makassar. Selanjutnya menuju Kendari dan Baubau.

Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Infantri Pio L Nainggolan mengatakan, jajarannya telah berkomunikasi dengan kerabat almarhum di Baubau. Termasuk Komandan Kodim 1413/Buton, Letnan Kolonel Infantri Arif Kurniawan.

La Ongge telah berdinas sebagai prajurit TNI selama 22 tahun. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Masih kecil-kecil. Si sulung masih SMP. Anak kedua duduk di SD.

"Sedangkan yang bungsu baru berusia satu tahun," tutur Nainggolan.

Kronologi Penembakan

Anggota TNI yang Tertembak saat Berwudu Tinggalkan Istri dan 3 Anak, Si Bungsu Baru 1 Tahun

loading...

KKSB menyerang Pos Jila dari arah ketinggian belakang Pos Pamrahwan Yonif 754/ENK dan Pos Ramil Kodim 1710/Mimika. Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 05.00 WIT.

Sesuai protap, personel pos Jila Yonif 754/ENK akan melaksanakan persiapan siaga fajar di kedudukan Box stelling. Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah ketinggian belakang pos sebanyak lima kali.

Setelah mendengar suara tembakan, anggota Pos Yonif 754 Dpp Danpos, Letda Inf Aziz masuk kedudukan boxteling dan membalas tembakan ke arah ketinggian belakang Pos Yon 754 dan Pos Ramil Jila.

Ternyata KKSB tidak berkumpul di satu titik. Saat anggota TNI membalas tembakan ke arah belakang, KKSB menyerang dari arah depan dan samping kanan Pos Yonif 754/ENK.

Kontak tembak baru berhenti pada pukul 05.45 WIT. Tiga anggota pos Ramil lari menuju Pos 754 dengan membawa Sertu La Ongge yang mengalami luka. Sejumlah warga ikut membantu.

Selanjutnya, personel kesehatan Pos Jila Yonif 754/ENK melakukan pertolongan pertama kepada La Ongge. Memasang infus dan perban untuk menghentikan pendarahan.

Pada pukul 05.49 WIT, Letda Inf Asis menghubungi Pasi Ops Yonif 754/ENK, Lettu Inf Andra untuk melaporkan perihal kontak tembak antara pos Jila dengan pos KKSB.

Pasi Ops memerintahkan agar standby dan tetap waspada sambil menunggu tim evakuasi dan perbantuan dari Timika.

Pada pukul 05.55 WIT, Lettu Inf Andra melaporkan perihal tersebut kepada Danyonif 754/ENK.

Loading...
Loading...