Senin, 09 Maret 2020 16:35 WITA

Tertembak Pukul 5 Subuh, Sertu La Ongge Baru Dijemput Helikopter 4 Jam Kemudian

Editor: Abu Asyraf
Tertembak Pukul 5 Subuh, Sertu La Ongge Baru Dijemput Helikopter 4 Jam Kemudian
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Sertu La Ongge baru saja selesai berwudu untuk salat subuh pada Senin (9/3/2020). Tiba-tiba terdengar suara tembakan menyalak, "Dorrr!"

Anggota TNI asal Bau-Bau, Sulawesi Tenggara itu merasa ada benda yang menerjang telinga kirinya. Darah mengucur deras. Dia terkena pantulan peluru yang ditembakkan OPM atau KKSB.

"Almarhum terkena recoset atau pantulan peluru pada telinga bagian kiri bawah," kata Komandan Kodim 1710/Mimika, Letnan Kolonel Infantri Pio L Nainggolan.

Mendengar tembakan itu, seluruh prajurit yang ada di pos kemudian bersiaga. Sebagian membopong korban ke Pos Pamrahwan Yonif 754 Jila.

Selanjutnya Pos Pamrahwan Jila yang juga berdampingan dengan Koramil 1710/Jila meminta bantuan helikopter ke Timika untuk segera mengevakuasi La Ongge.

loading...

Lantaran kondisi cuaca yang kurang mendukung, helikopter Pusat Penerbangan TNI AD baru bisa diberangkatkan ke Jila pada sekitar pukul 09.20 WIT.

Helikopter itu kembali ke Timika dengan membawa La Ongge yang saat itu kondisinya kritis. Sekitar pukul 10.50 WIT korban tiba di RSUD Mimika. 

"Lima menit kemudian dokter menyatakan bahwa prajurit kami sudah meninggal dunia," kata Nainggolan.

La Ongge yang gugur dalam tugas itu dinaikkan pangkatnya secara istimewa dari sersan satu menjadi sersan kepala.

Loading...
Loading...