Senin, 09 Maret 2020 07:00 WITA

Polisi Temukan Lebih 30 Butir di Lokasi Penangkapan Ririn Ekawati, H5 Bisa Bikin Gemetar

Editor: Abu Asyraf
Polisi Temukan Lebih 30 Butir di Lokasi Penangkapan Ririn Ekawati, H5 Bisa Bikin Gemetar
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Audie Latuheru

RAKYATKU.COM - Inilah salah satu penyebab Ririn Ekawati diperiksa lebih lama walau urinenya negatif narkoba. Di lokasi penangkapannya, polisi menemukan lebih 30 butir happy five (H5).

Ririn ditangkap bersama dua orang lainnya yang berinisial ITY dan DN. ITY adalah asisten Ririn. Hasil tes urine menunjukkan dia positif narkoba.

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Audie Latuheru menyatakan, polisi mendapatkan barang bukti narkotika berjenis pil H5 berjumlah lebih dari 30 butir.

Kemudian dari tes urin dilakukan, ITY dinyatakan positif mengonsumsi barang haram tersebut. Sedangkan Ririn Ekawati dinyatakan negatif. DN masih ditunggu hasilnya dari laboratorium.

"Menurut ITY, dia memberikan pil itu kepada RE. RE juga disebut ITY dalam BAP menggunakan pil itu. Jadi akan kita lakukan pendalaman," jelas Audie, Minggu (8/3/2020).

Apa itu narkoba happy five?

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan, para pesohor menggunakan narkoba untuk keperluan menjaga stamina. Ada pula yang menggunakannya untuk alasan kesenangan semata.

Happy five merupakan sebutan untuk Nimetazepam, psikotropika golongan IV. Efek ketergantungannya cenderung sedikit lebih ringan dibanding golongan lain.

Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib, happy five merupakan produksi Jepang yang diduga telah lama beredar di Indonesia.

"Di Jepang namanya Erimin, nama jalanannya happy five. Itu memang ditengarai sudah beredar di banyak negara Asia Tenggara seperti Singapura, Laos, Hong Kong, dan Indonesia," kata Husniah.

loading...

Husniah menjelaskan, pil berisi bahan kimia nimetazepam yang merupakan turunan dari benzodiazepin itu sering dipakai sebagai pengganti ekstasi dan opiat. 

Psikotropika jenis ini dapat menyebabkan penggunanya menjadi lebih rileks, mengantuk, teler, dan selalu ingin tidur.

Happy five atau Erimin 5 berisi kandungan Nimetazepam merupakan jenis depresan berbentuk tablet dan dikonsumsi secara oral. Depresan dapat membuat orang menjadi lebih tenang dan tidur. 

Selain diyakini memiliki efek layaknya obat kuat, happy five juga dipercaya sebagai pil pembawa kebahagiaan, sesuai dengan sebutannya: happy, bahagia.

Kandungan yang terdapat dalam happy five tersebut berupa nimetazepam yang bersifat hipnotic dan sedative. Sifat hipnotik tersebut mempunyai efek tertidur, sedangkan sedative mempunyai efek membuat tubuh tenang karena kepekaan tubuh berkurang, namun juga menyebabkan depresi ringan. 
Sementara itu, gejala ketagihan pada pengguna dapat berupa insomnia, mual, dan muntah, dikuti dengan denyut nadi cepat dan keringat berlebihan, gemetar dan kram perut, serta gangguan syaraf.

Happy five mempunyai tingkat penyerapan obat atau zat dalam tubuh yang sangat baik. Hampir 100 persen diserap usus. Happy five menjadi salah satu jenis pil yang paling cepat diserap tubuh dan mempunyai efek hipnotis, menyebabkan tertidur sekitar 15-30 menit setelah dikonsumsi.

Dampak penggunaan psikotropika jenis ini jika digunakan secara berlebihan di antaranya adalah hilang kesadaran, gangguan penglihatan, gangguan pikiran, sulit berbicara, lupa, dan tidak bisa berkonsentrasi. Selain itu, efek jangka panjangnya adalah dapat merusak hati dan ginjal.

Happy five diproduksi oleh perusahaan Hoffman La Roche pada 1964. Sejak November 2015, produksinya dipindah ke Jepang. Happy five memiliki pasar di Indonesia sebagai alternatif ekstasi karena harganya lebih murah dibanding ekstasi. Menurut BNN, kebanyakan konsumen happy five di Indonesia adalah anak-anak muda.

Loading...
Loading...