Sabtu, 29 Februari 2020 18:31 WITA

"Takut Ada Korban," Alasan Kapolda Papua terkait Sopir yang Dikeroyok di Depan Polisi Bersenjata

Editor: Abu Asyraf
Cuplikan penganiayaan sopir truk oleh warga di jalan Trans Nabire.

RAKYATKU.COM - Yus Yunus (26) terus memeluk seorang polisi yang menenteng senjata laras panjang. Pada Minggu (23/2/2020), dia dikeroyok warga di Jalan Trans Nabire, Dogiyai, Papua.

Di lokasi itu, ada beberapa polisi bersenjata lengkap. Laras panjang. Berseragam dan mengenakan helm. Ada juga beberapa yang berpakaian sipil.

Di dekatnya ada mobil pikap milik polisi. Ketika Yus sudah berlindung, warga justru memukulnya dengan tongkat. Juga batu. Beberapa polisi hanya mencegah seadanya.

Ada polisi yang menarik tangan warga yang hendak memukul. Yang lain meminta warga tenang. Bukannya menurut, warga makin beringas.

Seorang warga yang hanya mengenakan celana dalam tampak agresif. Dia mengabaikan polisi yang mencegahnya.

Video penganiayaan itu mendapat banyak komentar di media sosial. Mereka umumnya menyayangkan sikap polisi yang terkesan membiarkan warga main hakim sendiri.

"Apa guna itu senjata," komentar warganet pemilik akun Al Mubaraq.

Yus Yunus yang warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat itu akhirnya tewas. 

loading...

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw justru membela sikap anggotanya.

"Kalau saya bayangkan anggota melakukan tindakan tegas terhadap masyarakat itu, maka akan ada korban juga," ujar Paulus.

Meski demikian, pihaknya menyayangkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga tersebut. Terlebih, saat itu korban sudah mencari perlindungan terhadap polisi. 

Paulus berjanji menerjunkan tim untuk melakukan pengusutan terhadap pengeroyokan yang menewaskan korban. 

Informasi yang diperoleh, penganiayaan itu akibat kesalahpahaman. Mereka menduga Yunus yang menabrak warga asli setempat hingga tewas. Ternyata bukan Yunus pelakunya.

"Saya secara pribadi prihatin terhadap kasus penganiayaan yang menewaskan sopir itu. Salah sasaran. Kami akan tindak para pelaku," beber Kapolda. 

Loading...
Loading...