Kamis, 27 Februari 2020 16:17 WITA

Polrestabes Makassar Peringatkan Keras Kandidat Pilwalkot Makassar yang Lakukan Black Campaign

Penulis: Azwar Basir
Editor: Nur Hidayat Said
Polrestabes Makassar Peringatkan Keras Kandidat Pilwalkot Makassar yang Lakukan Black Campaign
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar tengah berproses. Sejumlah kandidat bakal calon (Balon) mengejar partai untuk dapat mengusungnya bertarung dalam memperebutkan kursi nomor satu di Makassar.

Pasangan calon baru selanjutnya akan mendaftar KPU Kota Makassar April mendatang. Setelah sah mendaftar baru ditentukan pasangan calon yang bertarung di Pilwalkot Makassar.

Namun, Polrestabes Makassar sudah mengantisipasi dan memberikan peringatan kepada seluruh bakal calon tersebut. Untuk tidak menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan pesaingnya.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, telah menegaskan bahwa kandidat yang menggunakan segala cara salah satunya menyebarkan berita hoaks akan dipidana. Dia pun tidak main-main terkait hal itu.

"Saya akan minta mereka (kandidat calon) untuk tidak ada hoaks, money politcs, dan black campaign. Kalau ada seperti itu saya akan proses dan sanksinya pidana," tegas Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, Kamis (27/2/2020).

loading...

Untuk itu dia memperingatkan dari sekarang bakal calon yang berniat maju untuk tidak melakukan black campaign, menyebarkan berita hoaks, dan money politics. Apalagi sekarang Makassar telah masuk zona hijau, bukan lagi zona merah.

"Tapi itu bisa saja sewaktu-waktu berubah, Makassar memang sekarang diantisipasi rawan nomor satu, kedua Luwu Timur," jelasnya.

Kombes Pol Yudhiawan Wibisono akan mengumpulkan seluruh kandidat calon Pilwalkot Makassar setelah semuanya mendaftar di KPU April mendatang.

"Nanti setelah April setelah semua mendaftar semua calon akan saya panggil. Di situ saya kunci tuntut untuk komitmen. Tidak menyebarkan berita hoaks, money politics, dan black campaign. Apabila itu terjadi saya akan proses," tutupnya.

Loading...
Loading...