Selasa, 25 Februari 2020 23:31 WITA

Retribusi Bakal Naik 400 Persen, Pedagang Pasar Atapange Mengadu ke DPRD Wajo

Editor: Abu Asyraf
Retribusi Bakal Naik 400 Persen, Pedagang Pasar Atapange Mengadu ke DPRD Wajo
Puluhan pedagang Pasar Atapange, Kecamatan Majauleng mengadu ke DPRD Wajo, Selasa (25/2/2020).

RAKYATKU.COM,WAJO - Puluhan pedagang Pasar Atapange, Kecamatan Majauleng mengadu ke DPRD Wajo, Selasa (25/2/2020).

Para pedagang didampingi Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB). Mereka resah terhadap rencana kenaikan retribusi.

Mereka meminta DPRD bisa berbuat sesuatu. Kenaikan retribusi berdasarkan golongan kios di pasar dianggap tidak korelatif dengan fasilitas serta pelayanan yang ada.

Presiden AMIWB, Heriyanto Ardi menyampaikan, kenaikan tarif retribusi pasar tersebut masuk dalam rancangan Perda Retribusi Pelayanan Pasar yang diusulkan eksekutif.

Perda ini merupakan revisi Perda Nomor 29 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar. Rancangan perda tersebut sementara digodok di DPRD Wajo.

Disebutkan, ada kenaikan retribusi hingga 400 persen dari sebelumnya.

"Sejak 2017 isu soal kenaikan retribusi itu mencuat. Pedagang menolak," kata Heriyanto Ardi.

Ardi menambahkan, kios yang masuk golongan I dikenakan retribusi Rp30 ribu selama ini. Rencananya akan naik menjadi Rp150 ribu. 

loading...

Golongan II yang selama ini Rp20 ribu akan naik menjadi Rp100 ribu. Golongan III naik dari Rp17 ribu menjadi Rp50 ribu.

"Kenaikan retribusi boleh-boleh saja asalkan diiringi pelayanan yang maksimal. Untuk meningkatkan PAD, mestinya juga ada fasilitas yang baik. Apalagi, pembangunan pasar tidak pernah menggunakan APBD, melainkan APBN," kata presiden AMIWB tersebut.

Anggota DPRD Wajo, Taqwa Gaffar berjanji mendalami masalah ini. Rencananya akan dibahas dalam pansus. Melibatkan stakeholders yang ada.

"Secara pribadi, kami sangat berterima kasih dengan kedatangan para pedagang. Ini akan menjadi bahan pembahasan bagi kami," ujar ketua Komisi III asal Partai NasDem itu.

Legislator dari Partai Gerindra, Herman Arif juga mengatakan bahwa kenaikan ini tidak akan serta merta berlaku. DPRD akan berjuang agar kenaikan retribusi tidak memberatkan pedagang.

Sementara H Alias Side yang mewakili Dinas Pasar dan Perdagangan mengatakan, pemerintah ingin menaikkan retribusi karena indeks perekonomian Wajo sudah meningkat.

"Untuk besaran retribusi itu disesuaikan dengan indeks harga dan perkembangan ekonomi, bahkan untuk kategori tipe pasar sesuai dengan peraturan menteri," katanya.(Rasyid/Rakyatku.com)

Tags
Loading...
Loading...