Rabu, 26 Februari 2020 09:37 WITA

Dulunya Miskin, 7 Orang Ini Jadi Ilmuwan Terhebat dalam Sejarah

Editor: Fathul Khair Akmal
Dulunya Miskin, 7 Orang Ini Jadi Ilmuwan Terhebat dalam Sejarah

RAKYATKU.COM - Keterbatasan bukanlah penghalang untuk tujuh orang ilmuwan ini dalam menorehkan sejarah bagi dunia. Meski terlahir miskin, bukan berarti mereka tak bisa menjadi orang berhasil di kemudian hari. 

Dengan tekad dan kemauan yang kuat, tujuh ilmuwan ini dapat menghasilkan penemuan-penemuan besar yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Tak hanya serba kekurangan, tujuh ilmuwan ini juga sempat mengalami berbagai kerasnya kehidupan sebelum akhirnya menjadi orang yang besar. Mengutip dari Famous Scientists, berikut adalah profil dari tujuh ilmuwan tersebut.

1. Niccolo Tartaglia
Niccolo Tartaglia adalah matematikawan asal Italia yang pertama kali meluncurkan ilmu balistik modern dan memberikan solusi umum untuk persamaan kubik.

Ketika berusia enam tahun, ayah Niccolo dibunuh oleh perampok, sehingga yang tersisa hanya ibunya saja. Niccolo dan sang ibu hidup dengan penuh kekurangan. 
Ketika Niccolo berusia 12 tahun, terdapat sebuah serangan genosida di kotanya yang menyebabkan ia terluka, hingga hampir meninggal dunia.

Ibunya yang miskin lantas tidak bisa membawa Niccolo ke dokter karena tak punya uang untuk membayar. Ia pun akhirnya diberikan perlakuan sebagaimana pengalaman ibunya pernah memperhatikan seekor anjing yang terluka. 

Dengan perhatian penuh kasih dari ibunya, bocah itu pun akhirnya selamat dan menjadi ilmuwan hebat dalam sejarah.

2. Jacob Berzelius
Jacob Berzelius adalah salah satu pendiri kimia modern. Dia menemukan tiga unsur kimia, dan dia adalah orang pertama yang mengukur berat atom yang akurat untuk unsur-unsur tersebut.

Ketika Jacob berusia empat tahun, ayahnya meninggal dunia dan ibunya menikah lagi. Tetapi ibu Jacob pun kemudian juga meninggal ketika usianya menginjak sembilan tahun. Karena itu, Jacob akhirnya dirawat oleh ayah tirinya sampai pada usia 12 tahun.

Jacob remaja pun kemudian dirawat oleh bibinya yang suka mabuk-mabukan. Kebiasaan buruk bibinya ini membuat Jacob merasa tidak nyaman sehingga ia sering menghabiskan waktu di luar rumah.

Pada usia 13 tahun, Jacob diterima oleh Sekolah Katedral tempat ia mengajari siswa-siswa kaya yang kemudian membiayai pendidikan dan biaya makannya. 

Meski begitu, ia tetap tak ingin bergantung sehingga Jacob pun bekerja di pertanian selama liburan dan tidur di ruang penyimpanan.

3. Michael Faraday
Michael Faraday adalah penemu benzena, induksi elektromagnetik, hubungan eksperimental pertama antara cahaya dan magnet, serta menjadi orang pertama yang melakukan pencairan gas pada suhu kamar.

Michael adalah pria yang lahir di tengah-tengah keluarga miskin. Ayahnya menderita kesehatan yang buruk dan seringkali tidak dapat pekerjaan.

Pada usia 13 tahun, Michael mulai bekerja sebagai pengantar barang yang kemudian mengarah ke pekerjaan sebagai penjilid buku magang.

Beberapa tahun kemudian Michael terpesona oleh buku-buku sains yang dibacanya di toko penjilid buku. Hingga suatu hari, dia pun menghadiri perkuliahan yang diselenggarakan oleh ahli kimia terkenal, Humphry Davy.

Hasil pengetahuan yang diperoleh dari kuliah tersebut pun kemudian ditulis ulang, dijilid, dan dikirimkan kembali oleh Michael ke Davy. 

loading...

Atas inisiatifnya tersebut, dia pun kemudian diangkat menjadi asisten ilmiah dan sekretaris Davy. Meski begitu, istri Davy sempat tidak suka dengan Michael karena memandang asal usulnya yang berasal dari orang miskin.

4. Mary Anning
Mary Anning menjadi penemu fosil terbesar di zamannya. Dia dengan kuat memengaruhi ilmu paleontologi baru. Tak hanya itu, ia juga mengatasi kurangnya pendidikan formal dengan muncul sebagai salah satu otoritas terkemuka dunia tentang fosil.

Mary sebenarnya lahir dari sepuluh bersaudara. Namun karena kondisi ekonomi yang sulit, delapan orang saudaranya pun meninggal dunia dan menyisakan dua orang anak yang selamat hingga dewasa, termasuk dirinya.

Pada usia 15 bulan, Mary bersama anak-anak lain dan pengasuh mereka berlindung di bawah pohon di tengah hujan badai. Serangan kilat menewaskan semua kecuali Mary.

Orang tua Mary kemudian menyewa sebuah rumah murah yang sangat dekat dengan pantai. Namun hunian tersebut justru sering terkena banjir air laut pada saat sedang pasang. Mary tidak bersekolah, tetapi belajar membaca dan menulis di sekolah hari Minggu.

5. James Croll
James Croll menyusun konsep umpan balik albedo-es. Dia mengembangkan teori yang secara kualitatif benar dan mampu menjelaskan mengapa planet kita mengalami zaman es.

Ia juga berhasil menghubungkan perubahan iklim dengan perubahan berkala dalam jumlah energi yang diterima planet kita dari matahari.

Orang tua James adalah orang miskin yang tinggal di tanah sewaan. Mereka memiliki empat anak, dua diantaranya meninggal dunia saat masih bayi, dan satu menjadi bungkuk setelah kecelakaan.

James sering sakit-sakitan sejak kecil dan jarang bersekolah. Hidupnya pun kemudian berubah pada usia 38 tahun. Ia mendapat pekerjaan sebagai petugas kebersihan di sebuah perguruan tinggi dan memanfaatkan perpustakaannya yang lengkap sebagai tempat menimba ilmu.

6. Alfred Nobel
Alfred Nobel terkenal dengan penemuannya yaitu dinamit, tutup peledakan, gelignit, dan balistit. Dalam wasiat terakhirnya, dia mewariskan lebih dari sembilan puluh persen kekayaan luar biasa yang dia hasilkan dari bahan peledak untuk mendanai Hadiah Nobel.

Ketika Alfred lahir, keluarganya tidak punya uang. Dia sakit-sakitan sebagai bayi dan selamat hanya karena ibunya yang peduli. Dia menderita sakit-sakitan untuk sebagian besar hidupnya.

Alfred dididik di sekolah untuk anak-anak miskin yang sering terjadi perkelahian di taman bermain. Kebanyakan murid dipukuli oleh guru mereka setiap hari karena kesalahan kecil.

7. Srinivasa Ramanujan
Srinivasa Ramanujan menghasilkan hampir 4.000 bukti, identitas, dugaan, dan persamaan dalam matematika murni. 

Ia dilahirkan dalam keluarga yang sangat miskin. Saat remaja, ia mulai menemukan hasil matematika yang penting.

Karena tidak mampu membeli kertas, Srinivasa pun sangat selektif. Ia hanya mencantumkan bagian penting pada kertas, sedangkan sisanya dia tulis menggunakan kapur pada batu tulis. Karena tak punya uang, Srinivasa sering membiarkan perutnya kosong walaupun dalam keadaan lapar. (minews.id)

Loading...
Loading...