Selasa, 25 Februari 2020 18:17 WITA

Naikkan Dana Desa Jadi Rp500 Miliar, Gubernur Sulsel Disambut Tepuk Tangan Meriah

Penulis: Yuniastika Datu
Editor: Abu Asyraf
Naikkan Dana Desa Jadi Rp500 Miliar, Gubernur Sulsel Disambut Tepuk Tangan Meriah
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah Nurdin menghadiri sosialisasi prioritas pembangunan dana desa di Hotel Four Points by Sheraton, Selasa (24/2/2020).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Berkali-kali pernyataan Nurdin Abdullah disambut tepuk tangan, Selasa (25/2/2020). Menggema di ballroom Hotel Four Point by Sheraton, Makassar.

Salah satunya saat gubernur Sulsel itu menyampaikan kenaikan dana desa tahun 2020. Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai Rp200 miliar.

"Sulsel tahun 2019 memberikan anggaran daerah bawahan Rp300 miliar. Dan 2020 kami naikkan menjadi Rp500 miliar. Tahun selanjutnya akan kami naikkan lagi," ujar Nurdin.

Tepuk tangan langsung pecah. Nurdin menyampaikan itu pada sosialisasi prioritas pembangunan dana desa. Dirangkaikan rapat kerja percepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa se-Sulsel 2020.

Nurdin Abdullah memastikan tidak akan ada lagi proses diskriminasi terhadap seluruh kepala desa se-Sulsel. 

Naikkan Dana Desa Jadi Rp500 Miliar, Gubernur Sulsel Disambut Tepuk Tangan Meriah

"Ke depan, tidak ada lagi diskriminasi terhadap kepala desa," tegas mantan bupati Bantaeng dua periode ini. 

Menurutnya, semua potensi dimiliki Sulsel. Tinggal bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi untuk mengelolanya. 

loading...

Mulai dari pariwisata, pertanian, perikanan dan kelautan dimiliki Sulsel. Dengan potensi ini, tentunya bisa mendorong pendapatan di wilayah masing-masing kepala desa. 

"Kita sudah memberikan imbauan. Dana desa itu segera digunakan untuk mempercepat pembangunan. Tinggal kepala desa menyampaikan ke bupati. Kami ingin bangun ini Pak Bupati," ujar Nurdin yang kembali disambut tepuk tangan hadirin. 

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Firdaus Dewilmar menyampaikan hal yang serupa.

"Tidak ada lagi diskriminasi terhadap kepala desa. Tapi kita akan melakukan pengamanan dana desa," ungkapnya. 

Firdaus mengaku, untuk mengawasi dana desa, Kejati Sulsel menyediakan program khusus yang bernama "Jaga Desa" dan aplikasi pengelolaan dana desa. 

"Kalau kita menggunakan pengawasan dari awal, tidak ada lagi penyimpangan dana desa. Kita melakukan pengamanan dana desa dari luar," kata Firdaus yang batal dimutasi ke Kejati Gorontalo.


 

Loading...
Loading...