Selasa, 25 Februari 2020 11:47 WITA

Jumras Minta Maaf Sambil Cium Tangan, Gubernur NA: Beliau Sebenarnya Orang yang Sangat Baik

Editor: Abu Asyraf
Jumras Minta Maaf Sambil Cium Tangan, Gubernur NA: Beliau Sebenarnya Orang yang Sangat Baik
Mantan Kadis PUPR, mencium tangan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Selasa (24/2/2020).

RAKYATKU.COM - Mengenakan kemeja putih lengan panjang, Jumras datang menemui Nurdin Abdullah (NA). Dia diterima di ruang tamu rumah jabatan gubernur, Selasa (24/2/2020).

"Saya mohon maaf Pak. Saya khilaf. Mohon maaf yang sebesar-besarnya," pinta Jumras sambil menunduk. Kedua tangannya dirapatkan ke paha.

Mantan kepala Dinas Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulsel itu duduk tanpa perantara dengan Nurdin. Gubernur Sulsel mendengarkan permohonan maaf itu sambil menyilangkan tangan di atas meja kaca.

Tak banyak yang disampaikan Jumras. Datang dengan kopiah hitam, dia lebih banyak diam dan menunduk.

Saat tiba di rumah jabatan gubernur, dia langsung menjabat tangan Nurdin Abdullah. Membungkuk. Lalu, menciumnya.

"Betul, Ndik. Pak Gubernur sudah memaafkan Pak Jumras. Itu berarti kasus itu selesai. Pak Gubernur betul-betul mengajari kita soal kebesaran hati," ujar Husain Djunaid, koordinator kuasa hukum NA.

Jumras Minta Maaf Sambil Cium Tangan, Gubernur NA: Beliau Sebenarnya Orang yang Sangat Baik

Ini pertemuan pertama kali antara Jumras dengan Nurdin Abdullah pasca sidang hak angket DPRD Sulsel tahun 2019.

Jumras tidak mampu menahan air mata ketika bertemu Nurdin Abdullah. Kejadian ini disaksikan Sekprov Sulsel, Dr Abdul Hayat Gani, Husain Djunaid, dan penyidik Polrestabes Makassar.

loading...

Jumras dilapor ke polisi setelah memberi pernyataan tidak benar di hadapan panitia hak angket DPRR Sulsel. Dia sempat menyebut NA menerima sumbangan dana kampanye Rp10 miliar dari kontraktor.

Belakangan, Jumras mencabut pernyataannya itu dan menyatakan keterangnnya di depan sidang pansus angket DPRD Sulsel, tidak benar. 

Nurdin Abdullah akhirnya mencabut laporan polisi terhadap kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi Sulsel itu. Dia sekaligus memaafkan Jumras.

"Tidak usah minta maaf. Allah saja pemaaf. Tidak ada sedikit pun rasa dendam di dalam hati saya," ujar mantan bupati Bantaeng dua periode itu.

Sebagai gubernur, kata Nurdin Abdullah, tidak mungkin menghukum Jumras sebagai rakyatnya. 

"Sebenarnya beliau orang yang sangat baik. Saya juga sebagai pimpinannya tidak pernah mengajarkan beliau sesuatu yang menyimpang," kata Nurdin.

Setiap Jumras datang membawa daftar isian proyek, lanjut Nurdin, dia selalu mengingatkan, "Kerja profesional. Tidak ada kewenangan saya untuk menentukan proyek." 

"Dari awal saya bilang sama beliau," kata profesor bidang kehutanan itu.

Loading...
Loading...