Senin, 24 Februari 2020 17:50 WITA

Ramadan di Arab Diprediksi Jatuh 24 April, Warga dan Pendatang Dilarang Berpakaian Terbuka

Editor: Abu Asyraf
Ramadan di Arab Diprediksi Jatuh 24 April, Warga dan Pendatang Dilarang Berpakaian Terbuka
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Hitung mundur Ramadan telah dimulai. Tersisa 60 hari lagi.

Menurut kalender Islam, 24 Februari sesuai dengan 30 hari Jumadil Akhir. Sedangkan bulan Rajab akan dimulai pada 25 Februari dan berjalan hingga 25 Maret. 

Ini berarti bahwa hari pertama Sya'ban jatuh pada 26 Maret. Diperkirakan berlangsung selama 29 hari, hingga 23 April.

Ibrahim Al Jarwan, anggota Uni Arab untuk Ilmu Astronomi dan Antariksa, menjelaskan bahwa bulan baru Ramadan 2020 kemungkinan besar akan terjadi pada Kamis (23/4/2020). Artinya, Jumat (24/4/2020) akan menjadi hari pertama Ramadan.

Tahun ini, penduduk Dubai diperkirakan akan berpuasa hingga 14 jam dan 48 menit.

"Kondisi cuaca di wilayah barat akan menguntungkan untuk menyaksikan bulan sabit baru pada malam 23 April, yang akan terlihat setelah matahari terbenam. Jadi hari pertama Ramadan akan diamati pada hari berikutnya, pada 24 April," katanya.

Selama Ramadan, penduduk dan pengunjung di Uni Emirat Arab diminta menahan diri dari makan, minum atau merokok di depan umum selama jam-jam puasa. 

loading...

Ini berlaku untuk semua tempat umum, serta transportasi umum dan pribadi. 

Orang-orang juga didorong untuk menahan diri dari mengenakan pakaian terbuka karena menghormati mereka yang merayakan Ramadan.

Jam kerja juga dikurangi. Undang-Undang Federal Nomor 8 Tahun 1980 menyatakan bahwa jam kerja dikurangi dua jam selama Ramadan.

Ramadan akan berlangsung 29 atau 30 hari, tergantung pada penampakan bulan.

Tapi prediksi kuat menunjukkan bahwa bulan sabit Syawal diperkirakan akan terlihat pada Sabtu (23/5/2020).

Tags
Loading...
Loading...