Senin, 24 Februari 2020 11:33 WITA

2 Pelaku Pengeroyok Siswa dalam Sekolah Ditangkap, 2 Masih DPO

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Nur Hidayat Said
2 Pelaku Pengeroyok Siswa dalam Sekolah Ditangkap, 2 Masih DPO
Ayah korban memperlihatkan luka yang dialami ABR di rumahnya.

RAKYTAKU.COM, GOWA - Andi Alqadri (17) dan Muhammad Syahrul Ramdhan (17) kini berurusan dengan polisi.

Tubuh dan tangannya yang kekar usai mengeroyok ABR dalam di SMKN 2 Sungguminasa, kini berada di balik jeruji besi Polres Gowa.

Alqadri dan Syahrul mengeroyok lalu menyeret ABR keluar dari kelasnya. Saat proses belajar mengajar berlangsung, pada Jumat, 21 Februari 2020, pukul 13.30 Wita lalu.

Tidak hanya dua orang itu. Ada juga Kamil Muhammad (24) dan Faisal (25). Keduanya juga ditetapkan tersangka, namun masih dalam pencarian.

"Masih ada yang kami cari (Kamil dan Faisal)," ujar Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola saat dikonfirmasi, Senin (24/2/2020).

Informasi yang didapat Rakyatku.com, Kamil dan Faisal masuk ke dalam kelas. Menyeret lalu memukul ABR.

Guru perempuan dan temannya mengaku tidak bisa melawan. Mereka menganggap, pelaku dari kepolisian.

Saat itu, ABR tidak bisa melawan. Dia berusaha melidungi kepalanya dari pukulan. Menurut paman korban, Alimuddin Padjarang, ABR punya kelainan di kepala.

loading...

"Kepala keponakan saya, ada beberapa bagian yang tidak ada tengkoraknya. Sudah sejak dia kecil," katanya.

Sebelumnya, Alimuddin dan keluarganya telah bertemu dengan pihak sekolah. Dalam pertemuan itu, Alimuddin sempat marah ke pihak sekolah.

Dia menyesalkan, pihak sekolah yang terkesan ada pembiaran. Orang luar dimudahkan masuk ke lingkup sekolah.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Gowa, Muhammad Yusuf, mengatakan, OTK yang masuk dalam lingkup sekolah itu tidak dilihat oleh pihak keamanan sekolah.

Dari hasil pertemuannya dengan pihak SMKN 2 Sungguminasa, OTK tersebut masuk melalui pintu samping sekolah. Pintu itu telah dikunci oleh pihak sekolah.

"Pelaku masuk lewat pintu samping, dan merusak pagar. Merusak gembok yang ada," ujar Yusuf.

Saat di lokasi kejadian, gembok tersebut tidak bisa dipakai lagi, karena dirusak dengan cara dipukul. Menurut korban, ABR, dua OTK itu masuk di kelasnya.

Loading...
Loading...