Senin, 24 Februari 2020 01:30 WITA

Ada Luka Tembak di Kepalanya, Spesialis Teologi Islam yang Sering Kritik Obama Ditemukan Tewas

Editor: Abu Asyraf
Ada Luka Tembak di Kepalanya, Spesialis Teologi Islam yang Sering Kritik Obama Ditemukan Tewas
Philip Haney

RAKYATKU.COM - Whistleblower DHS Philip Haney ditemukan tewas. Haney dilaporkan meninggal karena satu luka tembak sendiri.

Philip Haney, seorang whistleblower Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Dia dikenal pengkritik blak-blakan terhadap pemerintahan mantan Presiden Barack Obama.

Dia ditemukan tewas Jumat (21/2/2020) sekitar 40 mil sebelah timur Sacramento, California, Amerika Serikat.

"Haney tampaknya menderita satu luka tembak sendiri," kata Kantor Sheriff Kabupaten Amador dalam rilisnya. 

Sheriff dan koroner Martin A Ryan berbagi rincian awal kasus ini.

"Pada 21 Februari 2020, para deputi dan detektif menanggapi area Highway 124 dan Highway 16 di Plymouth atas laporan seorang subjek pria di tanah dengan luka tembak," bunyi rilis itu.

"Setelah kedatangan mereka, mereka menemukan dan mengidentifikasi Philip Haney yang berusia 66 tahun. Telah meninggal dan tampaknya menderita satu luka tembak yang disebabkan oleh diri sendiri," katanya.

"Senjata api terletak di sebelah Haney dan kendaraannya. Investigasi ini aktif dan sedang berlangsung. Tidak ada rincian lebih lanjut akan dirilis pada saat ini," lanjutnya.

Dikutip dari Washington Examiner, Haney baru-baru ini berhubungan dengan pejabat DHS tentang kemungkinan kembali ke agensi. Dia juga mengatakan akan menikah.

Pada Juni 2016, Haney bersaksi di hadapan Komite Kehakiman Senat. Dia menuduh bahwa DHS era Obama telah memerintahkannya untuk menghapus ratusan file tentang rekanan terkenal kelompok teroris Islam. 

Haney membuat kasus bahwa beberapa serangan di AS bisa dicegah jika beberapa file tidak dihapus.

Menulis di The Hill pada Februari 2016, Haney mengklaim Obama telah melemparkan komunitas intelijen AS "di bawah bus" karena gagal menghubungkan titik-titik setelah seorang tersangka teroris Muslim Nigeria dikaitkan dengan plot teror yang gagal pada Hari Natal tahun 2009.

"Sebagian besar orang Amerika tidak menyadari kerusakan moral yang sangat besar di Departemen Keamanan Dalam Negeri. Tempat saya bekerja," tulis Haney merujuk pada Obama.

"Kata-katanya membuat marah banyak dari kita karena kita tahu pemerintahannya telah terlibat dalam upaya birokrasi untuk menghancurkan bahan baku -kecerdasan sebenarnya yang telah kita kumpulkan selama bertahun-tahun, dan menghapus titik-titik itu. Titik-titik itu merupakan kecerdasan yang diperlukan untuk menjaga keamanan orang Amerika, dan pemerintahan Obama memerintahkan mereka dihapuskan," urainya.

Haney bekerja untuk DHS selama sekitar 15 tahun. Dia juga penulis "See Something, Say Nothing: Seorang Petugas Keamanan Dalam Negeri Mengekspos Penyerahan Pemerintah kepada Jihad."

Pada November 2019, Haney menghubungi penguji tentang rencana untuk menerbitkan sekuel buku itu.

Haney, yang pensiun pada 2015 mempelajari budaya dan bahasa Arab sambil bekerja sebagai ilmuwan di Timur Tengah. Sebelum menjadi anggota pendiri DHS pada 2002 sebagai petugas pertanian Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP).

Setelah bertugas sebagai petugas CBP bersenjata, ia dipromosikan menjadi Tim Penargetan Lanjutan. Ia berspesialisasi dalam teologi Islam dan strategi serta taktik gerakan Islam global.

Loading...
Loading...

Berita Terkait