Minggu, 23 Februari 2020 18:53 WITA

Inilah Tokoh Yakuza yang Menjaga Soekarno Selama Berkunjung ke Jepang

Editor: Fathul Khair Akmal
Inilah Tokoh Yakuza yang Menjaga Soekarno Selama Berkunjung ke Jepang

RAKYATKU.COM - Intrik politik di masa lalu memang jarang terungkap secara gamblang pada masanya. Selain karena minimnya informasi, hal tersebut biasanya sangat dirahasiakan dan bukan untuk konsumsi publik. Seperti kisah Sukarno saat berkunjung ke Jepang pada awal 1958, di mana kedatangan dirinya saat itu dijamin keamanannya oleh Yoshio Kodama.

Kodama sendiri merupakan tokoh sayap kanan di Jepang, sekaligus orang yang berpengaruh di jaringan organisasi bawah tanah Yakuza. Tak heran jika dirinya kemudian dimintai bantuan untuk menjaga Sukarno selama kunjungan tidak resminya di negeri Sakura tersebut. Seperti apa kisahnya, simak ulasan berikut ini.

Tokoh sayap kanan yang juga bekerja untuk dinas rahasia AS
Kodama termasuk memiliki rekor buruk selama PD II. Oleh Amerika Serikat, dirinya dicap sebagai penjahat perang. Meski demikian, CIA menggandeng dirinya untuk menjadi agen dan memiliki ideologi yang sama dengan pemerintah AS pada saat itu, yakni anti terhadap komunis. Kodama pun menjadi salah seorang pendiri Liga Antikomunis Rakyat Asia.

Di balik layar, keluasan jaringan Kodama membuat dirinya terkoneksi dengan Yakuza dan organisasi bawah tanah lainnya. Hal ini dilakukan sebab Kodama dilarang untuk menduduki jabatan publik karena statusnya sebagai tersangka kejahatan perang. Dalam sebuah dokumen CIA bertanggal 29 January 1976, dirinya terlibat dalam normalisasi hubungan antara Jepang dan Korea pasca berakhirnya PD II.

Dimintai bantuan untuk menjaga Sukarno selama kunjungan tidak resminya di Jepang
Saat diminta bantuan untuk menjaga Sukarno, Kodama menyerahkan tugasnya itu kepada salah satu pengikutnya, Kobayashi Kusuo, yang merupakan seorang petinggi perusahaan di bidang konstruksi, Dai Nihon Kyogyo. 

Namun, bisnis tersebut dinilai hanyalah kedok belaka untuk menutup-nutupi Ginza Police, organisasi bawah tanah yang terafiliasi dengan Yakuza.

Menurut Masashi Nishihara dalam Japanese and Sukarno’s Indonesia: Tokyo-Jakarta Relations, 1951-1966 yang dikutip dari Historia.id, sebanyak 20 orang dari anggota kelompok Ginza Police direkrut untuk menjaga Sukarno selama berada di Jepang. Keamanan bung besar pun terjamin dari gangguan. Terutama dari anggota PRRI yang berada di sana.

loading...

Politisi berpengaruh yang merupakan keturunan klan samurai Jepang
Dalam dokumen CIA bertanggal Dai Nihon Kyogyo, Kodama digambarkan sebagai pegiat organisasi kanan yang memiliki pengaruh besar di Jepang. Selama tahun 1960-an, Kodama memimpin organisasi kanan bernama Thought Study Society di Jepang. Kelompok itu terdiri dari 30 organisasi sayap kanan dan memiliki anggota sekitar 2.700 pria.

Masih menurut catatan dokumen itu pula, Kodama yang lahir pada 18 Februari 1911 di Prefektur Fukushima, Tokyo, itu datang dari kalangan keluarga samurai. 

Sebagai tokoh berpengaruh, ia banyak membantu teman dekat politiknya seperti Eisaku Sato, Nobusuke Kishi dan Ichiro Hatoyama untuk menduduki jabatan penting di parlemen Jepang.

Berkat perlindungan yang diberikan Kodama, pasukan Ginza Police suruhannya mampu menjaga Sukarno dari segala ancaman. Termasuk beberapa anggota PRRI yang dikabarkan hendak menyerang presiden pertama RI tersebut. 

Kisah hidup Kodama kemudian diangkat ke dalam sebuah autobiografi berjudul I Was Defeated yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan kemudian menjadi buku best seller.

sumber: boombastis.com

Loading...
Loading...