Sabtu, 22 Februari 2020 17:47 WITA

Negara Lain Sudah Tinggalkan, Indonesia Baru Mau Terapkan Omnibus Law

Editor: Abu Asyraf
Negara Lain Sudah Tinggalkan, Indonesia Baru Mau Terapkan Omnibus Law
Andi Syafrani

RAKYATKU.COM - Negara lain mulai meninggalkan omnibus law. Salah satu alasannya, model ini dianggap tidak demokratis. Mengapa Indonesia justru menerapkannya?

"Sebenarnya negara-negara yang pakai ini sudah mulai kapok menggunakan model omnibus," ujar Andi Syafrani, pakar hukum tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Fakta itu disampaikan dalam diskusi di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2/2020). Dia salah satu pembicara.

"Kalau bahasa mereka, ini prosesnya sangat jauh dari proses deliberative democracy (demokrasi yang melalui diskursus)," tambahnya.

Dalam proses penyusunan UU dengan sistem omnibus law, eksekutif seolah memberi tugas kepada legislatif untuk menyelesaikan rancangan peraturan. 

loading...

Andi menjelaskan, sistem omnibus law yang diadopsi Indonesia mengadopsi sistem yang pertama kali diterapkan di Amerika Serikat. 

Salah satu negara yang masih menggunakan sistem omnibus law yakni Vietnam yakni pada 2016. Saat itu, pun Vietnam berkonsultasi dulu dengan World Bank sebelum mengeluarkan aturan dengan sistem omnibus law. 

World Bank membaca lalu mengeluarkan analisa sekitar 26 lembar. Intinya menyatakan draf tersebut oke dan silakan kalian sosialisasi secepatnya.

Di Indonesia, omnibus law punya nama resmi. RUU Cipta Kerja dan RUU Perpajakan.

Loading...
Loading...