Jumat, 21 Februari 2020 23:59 WITA

Direktur Pristac: Sarjana Harusnya Punya Otoritas Keilmuan yang Akan Jadi Arsitek Peradaban

Editor: Abu Asyraf
Direktur Pristac: Sarjana Harusnya Punya Otoritas Keilmuan yang Akan Jadi Arsitek Peradaban
Ustaz Dr Muhammad Ardiansyah MPdI

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Direktur Pesantren for The Study of Islamic Thought and Civilization (Pristac) Ustaz Dr Muhammad Ardiansyah MPdI mengkritik lulusan perguruan tinggi.

Kualitas para sarjana belakangan cenderung rendah. Kritikan itu disampaikan Ardiansyah saat menjadi khatib Jumat di Masjid Ulil Albab UNM Parangtambung, Jumat (21/2/2020).

Dia membawakan khotbah dengan tema "Strategi Kampus Wujudkan Peradaban Islam". Dia menyebut perguruan tinggi sebagai tempat paling strategis dalam membangun peradaban.

"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam rekonstruksi peradaban. Karenanya dia membutuhkan perhatian khusus. Dalam Islam, perguruan tinggi disebut jami'ah atau kulliyah. Artinya lengkap atau menyeluruh," ujarnya di awal khotbahnya.

Setiap lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadi sarjana Muslim yang universal dalam adab dan ilmunya.

loading...

"Sarjana Muslim harus menjadi manusia yang universal, lengkap adab dan ilmunya. Sarjana ini akan menjadi guru di lembaga yang lebih rendah. Baik buruknya pendidikan tingkat dasar dan menengah, tergantung sosok guru yang mengajarnya," tegas Ardiansyah yang jadi pemateri dialog kebangsaan Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (Lidmi).

Salah satu kelemahan dalam pendidikan kita, katanya, adalah lulusannya. Para sarjana tidak memiliki otoritas dalam keilmuan. 

Padahal, sejarah mencatat nama-nama para ulama yang memiliki banyak otoritas baik dalam ilmu agama ataupun dunia.

"Universitas harus melahirkan sarjana yang beradab dan berilmu. Otoritas ilmunya tidak spesialisasi sempit, tapi mencakup banyak hal. Nantinya mereka semua akan menjadi arsitek peradaban yang saling bersinergi," ungkapnya. 
 

Loading...
Loading...