Jumat, 21 Februari 2020 12:22 WITA

2.247 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, 76.221 Terinfeksi

Editor: Fathul Khair Akmal
2.247 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, 76.221 Terinfeksi
Pasien virus corona. (Antara)

RAKYATKU.COM - Angka kasus virus corona Covid-19 terus meningkat di seluruh dunia. Dilansir laman worldometers.info, per hari Jumat ini (21/2/2020), ada total 76.221 kasus yang tersebar di 30 negara dan 1 kapal pesiar di Jepang.

Meski angkanya terus bertambah, namun kabar baiknya, jumlah kasus di China justru menurun. Tercatat pada hari ini, kasus baru di China hanya ada 437 kasus baru.

Akan tetapi, angka yang juga meningkat dan menimbulkan keresahan baru adalah angka kematian akibat virus tersebut, yang mencapai angka 2.247.

Korea Selatan melaporkan kematian pertama di negaranya. Dilaporkan Yonhap News Agency, pasien tersebut dikonfirmasi mengidap pneumonia sebelum meninggal.

Sementara kabar terbaru dari kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar di perairan Yokohama, Jepang, terkonfirmasi dua orang meninggal akibat Covid-19. Dilaporkan dua korban tersebut adalah lelaki dan perempuan berusia 80 tahun dengan penyakit penyerta.

Hingga berita ini dibuat, ada 13 kasus baru di Diamond Princess, membuat total 634 kasus termasuk 4 warga negara Indonesia (WNI). Total ada 78 WNI yang berada di sana, bekerja sebagai kru kapal pesiar tersebut.

loading...

Dikutip dari suara.com, pemerintah berencana untuk memulangkan WNI yang berada di Diamond Princess, akan tetapi hanya 74 orang yang dikonfirmasi sehat dan negatif Covid-19 saja.

"Kalau yang positif (virus corona) nggak boleh, dirawat di sana. Sudah dirawat di darat, di beberapa RS di Jepang," kata Menko PMK Muhadjir Effendy saat konferensi pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).

Muhadjir memaparkan ada dua opsi penjemputan WNI di Jepang. Opsi yang pertama ialah dijemput dengan menggunakan Kapal Rumah Sakit (KRI) dr. Suharso-990 dengan segala pertimbangannya. Kemudian opsi yang kedua adalah dengan menggunakan pesawat.

"Ada beberapa pilihan, opsi, dan opsinya masih akan kami konsultasikan pada bapak Presiden nanti akan menunggu keputusan bapak Presiden," tutupnya.

Loading...
Loading...