Jumat, 21 Februari 2020 00:30 WITA

Insinyur Muda Sempat Makan Burger 12 Menit Sebelum Loncat dari Lantai 24 Apartemen

Editor: Abu Asyraf
Insinyur Muda Sempat Makan Burger 12 Menit Sebelum Loncat dari Lantai 24 Apartemen
Sabeel Rahman semasa hidup

RAKYATKU.COM - Insinyur muda yang tewas di tempat kerjanya ternyata bunuh diri. Sabeel Rahman (25) meninggal beberapa saat usai menerima ponsel yang dia beli secara online.

Awalnya, pria asal India itu disebut terjatuh di tempat kerjanya, sebuah perumahan di Oasis Silicon Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (17/2/2020).

Brigadir Saeed Bin Sulaiman Al Malik, direktur kantor polisi Al Rashidiya, mengatakan, mereka menerima telepon dari penjaga gedung tentang seorang lelaki yang terjun ke kematiannya dari lantai 24.

"Dia membodohi penjaga setelah mengatakan kepadanya bahwa dia ingin menyewa apartemen. Dia pergi sendiri setelah mengambil kunci dari penjaga sebelum melepas sepatu dan ponselnya di balkon dan melompat," kata Brigjen Al Malik dalam sebuah pernyataan.

Pria itu dinyatakan meninggal karena luka-lukanya yang parah.

Kamera pengintai dan dokter forensik mengkonfirmasi bahwa ia telah melakukan bunuh diri.

"Dia pergi ke apartemen selama 12 menit dan kemudian melompat dari balkon," tambah Brig Al Malik.

Sabeel Rahman berasal dari Kerala, India. Dia ditemukan tewas setelah jatuh dari sebuah bangunan di dekat tempat kerjanya, menurut Naseer Vatanappally, pekerja sosial yang membantu keluarga Rahman untuk pemulangan jenazahnya.

loading...

"Rupanya, penjaga itu mengatakan bahwa dia (Rahman) pergi ke sana untuk melihat sebuah apartemen untuk disewa," kata Naseer Vatanappally yang mengenal baik keluarga Sabeel.

Dia mengatakan Rahman telah bekerja dengan perusahaan sejak Agustus 2018. Dia tinggal bersama keluarga kakak lelakinya di Ras Al Khor.

"Dia adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Para saudari dan orang tua mereka kembali ke rumah di Kerala. Jenazahnya akan dipulangkan ke tempat asalnya, Thirur di Malappuram, setelah prosedur hukum selesai," kata Vatanappally.

"Masih sangat sulit untuk percaya bahwa dia mengakhiri hidupnya," kata Vatanappally setelah mendengar pernyataan polisi.

Dia mengatakan Rahman tidak menunjukkan indikasi depresi. Sebaliknya, katanya, pemuda itu telah membahas tentang rencana masa depannya dengan orang yang berbeda belakangan ini.

"Sahabat terbaiknya sejak masa kanak-kanak, yang juga ada di sini, memberi tahu saya bahwa mereka berdua membahas tentang melanjutkan pendidikan tinggi di AS. Jumat lalu mereka memeriksa biaya di beberapa lembaga. Pada hari dia meninggal, dia mengobrol dengan sepupunya sesuatu yang berkaitan dengan rencana pernikahan," urainya.

Sebelum mengakhiri hidupnya, Rahman sempat makan di sebuah restoran di Silicon Oasis. Berdasarkan struk yang ditemukan di sakunya, dia membeli burger ayam dan jus campuran alpukat-mangga pada pukul 15.24 waktu setempat.

Loading...
Loading...