Kamis, 20 Februari 2020 17:04 WITA

Aktivis LSM Jeneponto Jadi Korban Penganiayaan di Kawasan Rujab Bupati

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Aktivis LSM Jeneponto Jadi Korban Penganiayaan di Kawasan Rujab Bupati
Supriadi Tompo

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Aktivis Jeneponto diduga menjadi korban penganiayaan di kompleks rumah jabatan bupati (rujab) Jeneponto. Korban mengalami luka dalam bagian leher. 

Ketua LSM Laskar Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (LPKRI) DPD Sulsel, Supriadi Tompo (48) mengaku dianiaya di kawasan rujab Jeneponto.

"Pada bagian tengkorak kepala, pembuluh darah bengkak, sehingga saya tidak bisa terlalu banyak bergerak. Saya juga heran, langsung saja dipukul dari arah belakang," ujar Supriadi Tompo didampingi istrinya, Andi Jusnah, Kamis (20/2/2020).

Setelah dipukul dari arah belakang, korban tersungkur pada motor yang terparkir. Lalu terduga pelaku melanjutkan, memukul korban hingga berkali-kali bagian kepala dan bokong belakang.

"Tulang rusuk diinjak. Pelaku inisial (GJ) juga mencari badik. Temae mi anjo badika  kubunuko anj*ng (di mana badik, saya bunuh kamu anj*ng)," sebut Supriadi menirukan ucapan pelaku.

Supriadi Tompo sudah tiga malam dirawat di Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang Jeneponto. Kondisinya sementara mulai bisa bicara. Namun rencana mereka akan dirujuk ke RS Bhayangkara, Makassar, besok. 

"Saya sudah bicara. Tapi kalau baring dalam posisi miring terasa sakit. Belum bisa menoleh ke kanan ke kiri seperti biasanya karena masih terasa oleng, penglihatan terputar," tuturnya.

loading...

Atas kejadian tersebut, istri korban, Andi Jusnah sudah melapor ke Mapolres Jeneponto. Tanda bukti laporan bernomor LP/B/58/II/Res 1.6/2020/SKPT tertanggal Senin (17/2/2020). 

Pelaku penganiayaan terhadap aktivis antikorupsi mendapat kecaman. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Bain HAM RI).

Ketua Umum DPP Bain HAM RI, Muhammad mendesak Polres Jeneponto dan Polda Sulawesi Selatan menangkap pelaku dan otak di balik penganiayaan itu.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jeneponto bersyukur ada sosok Supriadi Tompo. Sehari-hari menyuarakan kebenaran dan korupsi. Dia jadi mitra pemerintah sehingga pejabat di Jeneponto tidak menjadi penjahat atau koruptor. Premanisme, katanya, bukan lagi zamannya saat ini. 

"Kami prihatin dengan banyaknya kejadian penyerangan dan penganiayaan terhadap aktivis anti korupsi di Jeneponto. Sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama aktivis antikorupsi, DPP Bain HAM RI menyiapkan advokat untuk mendampingi korban dari Law Firm Muhammad Nur Associates secara gratis," ujarnya.

Mereka menunggu korban apabila sudah sehat untuk memberikan kuasa dan secara otomatis korban mendapat pendampingan hukum.

Loading...
Loading...