Senin, 17 Februari 2020 05:30 WITA

Dosen Unismuh Menikah Lagi di Usia 75 Tahun, Sesama Profesor: Keputusan yang Sangat Berani

Editor: Abu Asyraf
Dosen Unismuh Menikah Lagi di Usia 75 Tahun, Sesama Profesor: Keputusan yang Sangat Berani
Prof Abdul Rahman Getteng (kanan) menikah untuk kedua kali di usia 75 tahun, Sabtu (15/2/2020).

RAKYATKU.COM - Ekspresi Profesor Abdul Rahman Getteng tampak datar-datar saja. Dia tak banyak mengumbar senyum di hari bahagia yang kedua.

Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu menikah untuk kedua kali, Sabtu (15/2/2020). Acara digelar di kompleks Puri Mutiara Makassar.

Mantan dekan Fakultas Dakwah IAIN Alauddin Makassar itu mengenakan setelan jas warna abu-abu. Sedangkan istrinya mengenakan jilbab berwarna lebih cerah berenda motif bunga.

Ucapan selamat berdatangan. Banyak yang salut dengan keputusan mantan imam besar Masjid Al Markaz Al Islami itu untuk menikah lagi. Maklum, usianya kini 75 tahun.

Dosen Unismuh Menikah Lagi di Usia 75 Tahun, Sesama Profesor: Keputusan yang Sangat Berani

Di antaranya yang salut, koleganya sesama profesor. Sama-sama pernah di UIN Alauddin Makassar. Profesor Hasyim Aidid.

Prof Hasyim menyebut rekannya itu pemberani dalam mengambil keputusan.

Dia bercerita, sekali waktu beberapa tahun lalu, dia ikut salat tarawih di Masjid Al Markaz Al Islami.

loading...

"Dari jauh beliau sebagai penanggung jawab dakwah di masjid tersebut melihat, lalu mendatangi saya. Meminta saya mengisi ceramah tarawih malam itu," ungkap Prof Hasyim. 

"Saya penuhi. Jemaah yang ratusan puas. Saya juga puas. Bersyukur," lanjutnya.

Padahal, saat itu, Prof Hasyim datang untuk mendengar ceramah. Di Al Markaz, katanya, ceramahnya padat berisi. Sebagaimana kualitas Masjid Al Markaz sendiri. Maklum, pencermahanya rata-rata cendekiawan.

Dosen Unismuh Menikah Lagi di Usia 75 Tahun, Sesama Profesor: Keputusan yang Sangat Berani

"Keputusan kilat ini (menunjuk Prof Hasyim berceramah) saya anggap sangat berani," katanya.

Prof Rahman Getteng sudah beberapa tahun hidup tanpa istri yang telah duluan wafat. Hidup dengan ada pendamping, katanya Prof Hasyim, tentu lebih tenang, cerah, dan bahagia.

"Keputusan nikah lagi pada usia sekitar 75 tahun, ini juga suatu keputusan sangat berani," lanjutnya.
 
 

Loading...
Loading...