Minggu, 16 Februari 2020 10:17 WITA

Taufan Pawe Ajak Guru Madrasah Berkontribusi Majukan Parepare

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Nur Hidayat Said
Taufan Pawe Ajak Guru Madrasah Berkontribusi Majukan Parepare
Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe.

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mengajak para guru madrasah yang tergabung dalam DPD Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Parepare untuk berkontribusi memajukan Parepare.

Kemajuan Parepare adalah bagian dari Indonesia Maju dan menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Hal ini diungkap Taufan Pawe dalam sambutan pada seminar nasional yang diadakan PGMI sekaligus pelantikan pengurus DPD PGMI Parepare di Auditorium BJ Habibie, Komplek Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Sabtu (15/2/2020).

Dalam kesempatan itu, Taufan mengoreksi tema seminar nasional yakni 'Peluang Pendidikan Abad ke-21 di Era Digital untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045'.

"Kalau berbicara peluang pendidikan, sebenarnya bukan peluang pendidikan karena pendidikan itu hak. Kalau saya seharusnya metode yang tepat menyongsong Generasi Emas Indonesia. Karena sesungguhnya itu adalah mimpi, asa, harapan, 100 tahun Indonesia merdeka menjadi tahun emas," ungkap Taufan.

Taufan mengemukakan, kenapa dikatakan generasi emas, karena Indonesia berkeyakinan pada 2045 itu sangat berpeluang secara demokratif sebab 70 persen penduduk Indonesia pada saat itu berusia produktif. Usia produktif itu adalah 15-64 tahun.

"Jadi 2045 itu sebenarnya Indonesia bisa diuntungkan secara demokratif atau dikutuk secara demokratif," beber Taufan.

Menyongong generasi emas itu, kata Taufan, Parepare punya identitas kota ulama dan kota santri. Orang-orang hebat dan ternama lahir di kota ini. "Pak BJ Habibie, gubernur kita Prof Nurdin Abdullah, Kapolda kita (Irjen Pol Mas Guntur Laupe) dan yang berbicara (Taufan Pawe) lahir di Parepare," ujar Taufan.

Kata kunci di era sekarang Indonesia Maju, menurut Taufan, jika ingin mewujudkan mimpi Presiden Jokowi ada di tangan masyarakat Parepare termasuk PGMI.

loading...

"Saya berani katakan Parepare terdepan majukan Sulsel. Nah, guru madrasah adalah supporting system di Parepare. Saya titip harapan tidak ada pilihan lain Parepare Maju. PGMI berikanlah kontribusi pemikiran untuk kemajuan Kota Parepare," harap wali kota bergelar doktor hukum ini.

Harapan sama diungkap Ketua DPW PGMI Sulsel, Kaswad Sartono. Dia menekankan, 507 guru madrasah dari 66 madrasah di Sulsel, berpeluang wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. "Generasi emas itu dimulai dari madrasah," tutur Kaswad.

Secara khusus, Kaswad mengapresiasi pembangunan Parepare yang memadukan nilai-nilai religius. Ada program literasi Al-Qur'an di sekolah, ada pendidikan karakter, pengembangan religiusitas berupa program peduli pesantren, dan program-program religius lainnya.

"Apalagi peluang kita ini di PGMI sangat besar karena Wali Kota Parepare peduli akan hadir dan berkembangnya pesantren. Bahkan siswa pada sekolah umum yang hendak selesai harus melalui proses pendidikan pesantren. Ini sesuatu hal yang sangat baik," puji Kaswad.

Kaswad menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Nasional. Pembicara lainnya adalah Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis dan Ketua TP PKK Parepare, Erna Rasyid Taufan yang merupakan Ketua Dewan Pembina Majelis Anak Saleh (MAS) dan Forum Kajian Cinta Alquran (FKCA) Parepare.

Ketua DPD PGMI Parepare, Martina mengapresiasi Pemkot Parepare yang memberi keistimewaan PGMI melantik pengurus dan Seminar Nasional di Auditorium BJ Habibie.

"Ini kebanggaan kita bersama karena diadakan di tempat yang spesial. Ini membuktikan kepedulian Pemkot Parepare terhadap kemajuan keagamaan dan pendidikan secara umum," kata Martina.

Loading...
Loading...