Jumat, 14 Februari 2020 20:16 WITA

Tak Dapat Jatah Air, Petani Mengadu ke DPRD Wajo

Editor: Abu Asyraf
Tak Dapat Jatah Air, Petani Mengadu ke DPRD Wajo
Petani dari Kecamatan Tanasitolo menyampaikan aspirasinya di DPRD Wajo, Jumat (14/2/2020).

RAKYATKU.COM,WAJO - Petani di Kecamatan Tanasitolo protes. Mereka merasa dizalimi karena tidak mendapat jatah air dari Bendungan Kalola. Akhirnya mereka mengadu ke DPRD Wajo, Jumat (14/2/2020).

Abdul Kadir Nongko, koordinator aksi,  menyampaikan adanya kecurangan dalam pembagian air Irigasi Kalola. Dalam perjanjian, air itu dibagi untuk Kecamatan Maniangpajo dan Kecamatan Tanasitolo. Ternyata berbeda dengan kenyataan.

"Kalau giliran Tanasitolo yang ambil air, tidak dapat, karena ada yang isap air di saluran irigasi. Jadi kami mengharap air hari ini juga dialirkan. Jangan cuma Maniangpajo terus yang dapat. Dan kalau ada didapat pelanggaran, segera dilaporkan ke pihak berwajib," ujarnya.

Pendamping P3A, Sudirman mengatakan, diduga ada oknum yang mempermainkan air irigasi. Memotong sambungan air dan memperjualbelikan air irigasi tersebut.

Tak Dapat Jatah Air, Petani Mengadu ke DPRD Wajo

"Kami meminta petugas atau TNI bersama pemerintah setempat turun menertibkan pipa air yang menjebol aliran air ke Tanasitolo untuk diamankan ke kantor polisi. Agar air kembali lancar ke Tanasitolo," kata Sudirman.

Anggota DPRD Wajo, H Mustafa meminta pemerintah menyelesaikan masalah tersebut. Melibatkan semua pihak terkait.

loading...

"Secepatnya diselesaikan sesuai yang diatur dalam undang-undang," katanya.

Camat Tanasitolo, Andi Sahri Alam yang hadir, menanggapi aduan masyarakat. Dia mengaku dia tidak bisa melakukan tindakan langsung ke lapangan.

Namun, dia akan berkoordinasi langsung dengan camat Maniangpajo agar masalah itu segera ditindaklanjuti.

Camat Maniangpajo, Syamsul Bakhri berjanji turun ke lapangan secara terpadu. Kalau mendapati alat penyedot air yang melanggar, maka akan dibawa ke kantor desa. Namun, katanya, dia tidak bisa bergerak tanpa dukungan semua pihak.

"Solusinya, kami akan turun terpadu dari Polri, TNI, PSDA, P3A. Akan menertibkan dan tidak bisa dipungkiri pelanggaran jangan cuma Maniangpajo saja yang disalahkan. Karena ada juga pelanggaran di Tanasitolo. Keputusan pada hari ini saya terima dan polisi tegas tanpa pandang bulu," tegasnya.

Selain Mustafa dari Gerindra, anggota DPRD Wajo lainnya yang menerima aspirasi, yakni H Sudirman Meru (Fraksi PAN), H Suriadi Bohari (Fraksi NasDem), dan Andi Bakti Wereng (Fraksi Gerindra). (adv)

Loading...
Loading...