Jumat, 14 Februari 2020 16:47 WITA

Jembatan Jebol di Bojo, Bupati Barru Koordinasi BBPJN Lakukan Penanganan

Penulis: Achmad Afandy
Editor: Abu Asyraf
Jembatan Jebol di Bojo, Bupati Barru Koordinasi BBPJN Lakukan Penanganan
Bupati Barru, Suardi Saleh bertindak cepat pasca insiden jembatan jebol di Bojo pada Kamis malam (14/2/2020).

RAKYATKU.COM,BARRU - Bupati Barru, Suardi Saleh bertindak cepat pasca insiden jembatan jebol di Bojo pada Kamis malam (14/2/2020).

Suardi langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Sulsel.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak BBPJN Wilayah Sulsel untuk segera melakukan upaya atau langkah agar hal ini bisa secepatnya ditangani," ujar Suardi Saleh saat meninjau jembatan yang jebol di Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Jumat (14/2/2020).

Seperti ramai diberitakan, jembatan lama berkonstruksi rangka baja yang dibangun di tahun 90-an. Jebol di segmen bagian kiri saat dilewati mobil truk pengangkut pupuk yang kelebihan muatan.

Truk 10 roda yang memuat sekira 600 sak pupuk terjun bebas ke Sungai Bojo hingga sempat memacetkan arus lalu lintas. Untungnya aparat kepolisian dan perhubungan cepat melakukan pengalihan ke satu arah.

loading...

Kepada wartawan, Kepala BBPJN XIII, Miftachul Munir, mengurai, penyebab amblasnya jembatan di Bojo, karena truk yang melintas over kapasitas. Mengingat sebelum kejadian, kondisi jembatan masih layak dilintasi.

"Itu truk 10 roda yang mengangkut pupuk sekitar 600 sak. Kalau satu sak 50 kilogram, maka angkutannya saja sudah mencapai 30 ton. Ditambah berat mobil sekitar 8 ton. Sedangkan daya beban jembatan kira-kira 20 ton. Jadi memang over kapasitas. Beton patah karena tidak mampu menahan beban," urai Mifctahul kepada wartawan di tempat terpisah.

Pihak BBPJN menegaskan, kontruksi jembatan masih kokoh. Jika penyebab amblas dikaitkan dengan kesalahan kontruksi, menurut Miftachul jembatan seharusnya ambruk.

Loading...
Loading...