Jumat, 14 Februari 2020 15:55 WITA

Lewat Alat Ini, CIA dan Intelijen Jerman Tahu Rahasia Negara Lain

Editor: Nur Hidayat Said
Lewat Alat Ini, CIA dan Intelijen Jerman Tahu Rahasia Negara Lain
Foto: Daily Sabah.

RAKYATKU.COM - Badan intelijen Amerika Serikat (CIA) dan Jerman (BND), mengetahui dan memegang seluruh percakapan rahasia sejumlah pemerintahan negara di dunia. Melalui alat komunikasi rahasia buatan perusahaan Swiss, Crypto AG.

Perusahaan itu selama ini dikenal menggeluti bidang keamanan data dengan teknologi enkripsi canggih. Alat komunikasi rahasia itu digunakan untuk mengirim informasi militer dan diplomatik menggunakan kode-kode yang sudah terenkripsi atau dilindungi oleh sandi.

Namun, CIA dan BND berhasil menyadap dan memiliki kunci enkripsi alat itu, sehingga selama bertahun-tahun berhasil mencuri informasi rahasia negara-negara yang menggunakan perangkat buatan Crypto AG tersebut.

Jasa Crypto AG kerap dipakai oleh negara sekutu dan non sekutu, bahkan musuh AS, di lebih dari 120 negara sejak Perang Dunia II. Di antara klien mereka adalah Iran, India, Pakistan, Vatikan, hingga sejumlah negera di belahan Amerika Selatan.

Adapun sekutu yang dimata-matai oleh intelijen AS adalah anggota NATO seperti Turki, Yunani, Spanyol, dan Italia. Meski begitu, tidak ada satu pun dari para klien itu mengetahui keberadaan CIA dan BND di dalam Crypto AG.

Lewat perusahaan ini pula, CIA mengetahui dan memegang seluruh percakapan rahasia sejumlah pemerintahan negara di dunia. Dengan kata lain, CIA dan BND tidak saja berhasil mencuri rahasia ratusan negara menggunakan perangkat itu tetapi juga memperoleh keuntungan finansial darinya.

Para pejabat intelijen Jerman dan AS mengaku telah menjual produk mereka ke banyak negara dan klien mereka tidak menyadari sama sekali bahwa data-data mereka jatuh ke tangan intelijen kedua negara. 

Otoritas di Swiss mengatakan mereka sudah membuka investigasi mengenai dugaan bahwa Crypto AG hanyalah perusahaan terselubung yang dioperasikan oleh BND dan CIA.

loading...

Mantan pejabat BND mengatakan, mereka menarik diri dari Crypto AG tahun 1993 dan selanjutnya perusahaan itu dioperasikan sendiri oleh CIA. Namun, BND masih "menjaga hubungan baik” dengan Crypto AG dan CIA. Crypto AG antara lain juga menawarkan jasa pengamanan data perbankan dengan piranti lunaknya. Perusahaan itu dilikuidasi pada 2018.

Operasi pengintaian para klien Crypto AG itu berlangsung di bawah nama sandi "Thesaurus” dan "Rubicon”. Sebab, Crypto AG juga "mengamankan” komunikasi pemerintahan, berarti CIA dan BND memiliki informasi-informasi tentang berbagai peristiwa global, termasuk revolusi Iran dan pembunuhan kalangan oposisi di Amerika Latin.

Uni Soviet, atau Rusia, dan China tidak memakai perangkat enkripsi dari Crypto AG, sehingga luput dari pengintaian total. Pakar intelijen Erich Schmidt-Eenboom, yang menulis beberapa buku tentang spionase selama era Perang Dingin, mengatakan kepada kantor berita AP bahwa beberapa negara mulai mencium keterlibatan intelijen di Crypto AG.

Pada 1992, seorang perwakilan Crypto ditahan di Iran dan menghabiskan beberapa bulan di penjara. BND diduga membayar tebusan US$1 juta dolar untuk pembebasan karyawan Crypto AG. “Insiden itu adalah salah satu alasan mengapa BND kemudian menarik diri dari Crypto AG setahun kemudian,” kata Erich Schmidt-Eenboom.

Departemen Pertahanan Swiss mengatakan pemerintah Swiss telah memutuskan untuk membuka investigasi tentang kasus ini dan akan melaporkan temuan-temuan mereka dalam waktu satu tahun. Namun, Swiss kelihatan bersikap hati-hati dan mengingatkan, bahwa banyak peristiwa yang berawal dari 1945, dan sulit untuk merekonstruksinya sekarang.

Sumber: DW, DPA, AFP, AP

Loading...
Loading...