Kamis, 13 Februari 2020 17:16 WITA

Radi A Gany Wafat, Bupati: Tidak Lahir di Wajo, tapi Beliau Putra Terbaik

Editor: Abu Asyraf
Radi A Gany Wafat, Bupati: Tidak Lahir di Wajo, tapi Beliau Putra Terbaik
Wakil Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi.

RAKYATKU.COM,WAJO - Bupati Wajo, H Amran Mahmud turut berbelasungkawa atas wafatnya pendahulunya, Prof Radi A Gany. Dia mewakili jajaran pemerintah dan masyarakat.

"Meski tidak lahir di Wajo, almarhum adalah putra terbaik yang pernah dimiliki Kabupaten Wajo," ujar ketua PD Muhammadiyah Wajo ini, Kamis (13/2/2020). 

"Almarhum banyak berjasa untuk Kabupaten Wajo selama berkarier, baik di birokrasi maupun di kampus," lanjut ketua DPD PAN Wajo itu.

Radi A Gany menjadi bupati Wajo pada periode 1988-1993. Dia meninggal dunia pada Kamis dini hari (13/2/2020) sekitar pukul 02.00 WIB di Rumah Sakit Unhas.

Selain pernah menjabat bupati Wajo, Radi A Gany juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Hasanuddin dan Universitas Bung Karno Jakarta.

Semasa menjabat bupati Wajo, banyak prestasi yang ditorehkan Suami dari Andi Dahlia ini. Salah satunya pembangunan kanal di pesisir Danau Tempe yang berfungsi menjadi sumber air bagi lahan pertanian di pesisir danau ketika musim kemarau. 

Masyarakat kemudian memberi nama dengan kanal Radi A Gany.

Prestasi lainnya adalah program intensifikasi tanaman kedelai di Danau Tempe. Tingkat kesejahteraan petani menjadi meningkat.

loading...

Pada masa kepemimpinannya, juga dimulai era baru pertanian modern di Kabupaten Wajo.

Gerindra Ucapkan Belasungkawa

Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Wajo turut mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Radi A Gany. Selain pernah menjadi bupati Wajo dan rektor Unhas, Radi juga pernah menjadi anggota wantimpres.

"Baik atas nama pribadi, Fraksi Partai Gerindra dan masyarakat Kabupaten Wajo kami turut berduka yang sedalam-dalamnya," ungkap Wakil Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi.

Firmansyah Perkesi juga berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Wajo yang pernah dekat dan kenal dengan beliau, jika terdapat kesalahan tutur kata, tingkah laku, serta kesalahan yang pernah dilakukan almarhum semasa hidup, mohon dimaafkan.

"Yang paling terpenting kami berharap kepada pihak keluarga agar dapat mengikhlaskan kepergian almarhum. Semoga segala amal kebaikan yang pernah dilakukan dapat diterima di sisi Allah subhanahu wata'ala," katanya. (Rasyid/Rakyatku.com)

 

Loading...
Loading...