Kamis, 13 Februari 2020 06:30 WITA

Diperkosa 12 Jam, Videonya Diunggah ke Situs Porno dan Ditonton Ratusan Ribu Kali

Editor: Nur Hidayat Said
Diperkosa 12 Jam, Videonya Diunggah ke Situs Porno dan Ditonton Ratusan Ribu Kali
Rose Kalemba. (Foto: Rose Kalemba)

RAKYATKU.COM - Tahun lalu, di blognya, Rose Kalemba menjelaskan betapa sulitnya meminta pengelola situs porno mencabut rekaman video dirinya diperkosa ketika berumur 14 tahun.

Puluhan orang kemudian menghubunginya dan menceritakan mereka mengalami masalah sama.

Perawat berhenti di pintu ke kamar Rose di rumah sakit dan menatapnya.

"Saya berduka atas apa yang Anda alami," katanya, suaranya bergetar. "Anak perempuan saya juga diperkosa."

Perawat itu berumur 40-an tahun, yang berarti anak perempuannya seumur Rose.

Dia mengingat pagi hari setelah perkosaan. Pembicaraan dengan polisi dan dokter yang tidak berperasaan.

Setiap orang menggunakan istilah 'dugaan' saat mengacu pada serangan dengan kekerasan yang terjadi berjam-jam, semalaman. Sebagian besar kerabatnya tidak mempercayainya.

Hanya ayah dan neneknya yang mempercayai perkosaan yang dialami Rose.

Tetapi perawat itu berbeda. "Dia mempercayai saya," kata Rose.

Tidak lama kemudian ratusan ribu orang dapat menonton perkosaan itu. Mereka tidak menunjukkan simpati kepada Rose.

Selama berbulan-bulan setelah perkosaan, cermin di rumahnya ditutupi selimut. Rose tidak mampu melihat bayangan dirinya sendiri.

Sekarang dia berumur 25 tahun dan Rose sedang berusaha untuk bangkit.

Dia mulai merawat rambutnya. Tetapi memang diperlukan waktu untuk menyisir rambut hitamnya yang tebal dan panjangnya sampai ke pinggang. Kegiatan ini mirip meditasi.

"Saya pengemudi yang andal. Pernikahan saya dengan Robert akan dipenuhi kebahagiaan. Saya akan menjadi ibu yang baik." Itulah hal-hal yang menjadi tujuan hidupnya.

Diperkosa selama 12 jam
Dibesarkan di sebuah kota kecil di Ohio, Amerika Serikat, tidaklah aneh bagi Rose untuk berjalan-jalan seorang diri pada malam hari.

Malam hari musim panas tahun 2009 sepertinya sama dengan malam-malam sebelumnya bagi Rose yang saat itu berumur 14 tahun.

Tiba-tiba seorang pria muncul dari kegelapan.

Dengan menggunakan pisau, dia memaksa Rose masuk ke mobil. Di bangku penumpang, duduk pria lainnya, berumur 19 tahun.

Rose pernah melihatnya di kota. Mereka membawanya ke sebuah rumah di bagian lain kota dan memperkosanya selama 12 jam, sementara pria ketiga memfilmkan sebagian dari perkosaan.

Rose syok. Dia nyaris tidak bisa bernapas. Dia dipukuli dan kaki kirinya ditusuk, pakaiannya ternoda darah. Dia dalam keadaan antara sadar dan pingsan. Berkali-kali.

Salah satu pria itu mengeluarkan laptop dan memperlihatkan video serangan terhadap perempuan-perempuan lain.

loading...

Mereka mengancamnya. Rose berjanji tidak akan mengungkapkan jati diri mereka jika dirinya dibebaskan.

Para pria tersebut kemudian membuangnya di jalan, sekitar setengah jam jalan kaki dari rumahnya.

Saat melihat dirinya di cermin, dia melihat luka di kepalanya masih berlumuran darah.

Suka sama suka?
"Ayah saya menelepon polisi. Dia langsung berusaha menenangkan saya. Tetapi kerabat yang lain mengatakan saya memang mencari masalah karena berjalan-jalan di luar saat larut malam," kata Rose.

Di rumah sakit, Rose dirawat seorang dokter pria dan petugas polisi laki-laki.

"Mereka tidak memperlihatkan kebaikan hati, tidak ada kehangatan," kata Rose.

Polisi menanyakan apakah peristiwa ini karena suka sama suka.

Ketika Rose dibebaskan keesokan harinya, dia berusaha bunuh diri.

Ditonton ratusan ribu kali
Beberapa bulan kemudian, saat berada di MySpace, Rose menemukan beberapa teman sekolah yang berbagi sebuah tautan. Saat dirinya mengeklik, Rose berada di situs porno, Pornhub.

Dia merasa mual saat melihat sejumlah video perkosaannya.

"Judul video nya 'remaja menangis dan ditampar', 'remaja diserang'. Salah satu video telah ditonton 400.000 kali," kata Rose.

Dia memutuskan untuk tidak memberi tahu keluarganya, karena sebagian besar dari mereka tidak mendukungnya.

Beberapa hari kemudian dirinya mengetahui bahwa sebagian besar teman sekolahnya telah melihat video itu.

"Saya dilecehkan," katanya. "Orang mengatakan saya memang menginginkannya."

Sejumlah email
Rose mengirimkan sejumlah email ke Pornhub selama enam bulan, mendesak agar video tersebut dicabut.

Dia tidak menerima balasan dan video tersebut tetap ada di situs.

"Saya kemudian menarik diri. Saya tidak merasakan apa pun. Mati rasa."

Tetapi Rose lalu membuat sebuah alamat email baru, menyatakan diri sebagai pengacara dan mengancam akan menuntut Pornhub.

"Dalam waktu 48 jam, video itu menghilang."

HALAMAN
1 2 3
Loading...
Loading...