Selasa, 11 Februari 2020 14:07 WITA

Tak Bawa KTP dan Telat Datang, 12 Peserta Tes CPNS di Jeneponto Langsung Gugur

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Tak Bawa KTP dan Telat Datang, 12 Peserta Tes CPNS di Jeneponto Langsung Gugur
Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin (kedua kiri).

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Dua belas peserta calon PNS di Jeneponto dinyatakan gugur. Sepuluh di antaranya telat datang ke lokasi ujian.

Sementara dua lainnya lupa membawa kartu tanda penduduk (KTP). Panitia memberlakukan aturan yang ketat terhadap peserta ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Ujian dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) digelar di ruang pola Pangrannuanta, kompleks kantor bupati Jeneponto, Selasa (11/2/2020). 

Sekda Jeneponto yang juga ketua panitia, Syafruddin Nurdin mengatakan, ujian berlangsung lima hari, 11-15 Februari 2020. Ujian hari pertama dibagi dalam lima sesi dengan jumlah peserta ujian 1.250 orang.

Peserta seleksi berjumlah 5.588 orang. Ujian dimulai pukul 08.00 wita dan berakhir pukul 18.00 wita. Tiap sesi berlangsung selama 1 jam 30 menit. 

"Jadi tiap sesi itu diikuti 250 orang. Sesi pertama diikuti sebanyak 238 orang. Terdapat 12 orang yang tidak bisa mengikuti tes CPNS disebabkan tidak membawa KTP dua orang. Dan terlambat datang 10 orang," sebut Syafruddin.

Sebenarnya, total pelamar CPNS mencapai 5.819 orang. Namun, hanya 5.588 yang lulus verifikasi. Mereka terdiri atas tenaga guru 3.729, tenaga kesehatan 998, dan tenaga teknis 861.

Tak Bawa KTP dan Telat Datang, 12 Peserta Tes CPNS di Jeneponto Langsung Gugur

loading...

Selanjutnya yang ikut tes 5.587. Seorang lainnya tidak ikut SKD karena langsung memilih SKB. Itu diperbolehkan berdasarkan Permenpen Nomor 23 Tahun 2019.

Jumlah formasi CPNS Jeneponto 167 orang. Terdiri atas tenaga guru 92, tenaga kesehatan 60, dan tenaga teknis 15 orang. 

Usai SKD, dilanjutkan seleksi kompetensi bidang (SKB) pada Maret 2020. Lalu, integrasi nilai SKD dan SKB pada bulan selanjutnya. Kemudian pengemuman akhir setelah itu dilakukan usulan persetujuan NIP untuk menerbitkan SK CPNS. 

Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional IV Makassar, Halim Firdaus mengatakan, terkait peserta yang tidak membawa KTP, bergantung pemerintah daerah setempat. Apakah diikutkan pada seleksi berikutnya atau tidak.

Namun, kata dia, seperti yang disampaikan Sekda Jeneponto, dua orang itu tidak bisa lagi diikutkan pada tahapan selanjutnya Alasannya, tidak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

"Yang dinyatakan SKD bisa ikut SKB. Jadi dua orang itu tidak bisa lagi diikutkan," ujarnya dalam konferensi pers.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Kepala BKPSDM Jeneponto, Basir Bohari; BKN Regional Wilayah IV Makassar, Nurnaningsih; dan Kabag Humas Pemkab, Syarifuddin Lagu. 
 

Loading...
Loading...