Minggu, 09 Februari 2020 16:52 WITA

Sudah 6 Kali Masuk Penjara, Pemuda Jeneponto Ini Kembali Ditangkap di Makassar

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Sudah 6 Kali Masuk Penjara, Pemuda Jeneponto Ini Kembali Ditangkap di Makassar
Hamzah mengalami luka pada betis kiri dan kanan.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Hamzah seperti sudah menganggap penjara sebagai kos-kosan gratis. Dalam usianya yang baru 26 tahun, dia sudah enam kali menghuni hotel prodeo itu.

Minggu dini hari (9/2/2020) sekitar pukul 01.30 wita dia kembali ditangkap. Polisi mengepung kediamannya di Jalan Abubakar Lambogo, Makassar. 

Tim Penanganan Khusus (Pegasus) datang bersama Resmob Polda Sulsel yang dipimpin Kanit Resmob, Kompol Edy Sabara. Ikut pula Kasat Reskrim Polres Jeneponto, Iptu Andri Kurniawan dan anggota. 

Hamzah ditangkap dengan dasar LP/B/07/ I /2018 /Sulsel /Res Jeneponto/Sek Bangkala, 13 Januari 2018 serta LP/B/02/I/2018/Sulsel/Res Jeneponto/Sek Tamalatea, 13 Januari 2018.

Pada Sabtu malam (8/2/2020) sekira pukul 22.00 wita, polisi mendapat informasi bahwa pelaku pencurian di beberapa tempat di Jeneponto telah berada di rumahnya.

Tim Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto langsung bergerak menuju Makassar. Mereka berkoordinasi dengan Resmob Polda Sulsel. 

"Saat mengetahui kedatangan personel, pelaku hendak melarikan diri sambil mengayunkan parang ke arah petugas. Akan tetapi karena rumah pelaku sudah terkepung dan tidak ada ruang gerak untuk meloloskan diri, akhirnya pelaku dapat dilumpuhkan," ujar pelaksana tugas Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul.

Selanjutnya, pelaku diamankan dan dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel lalu dilakukan interogasi. Pelaku telah mengakui semua perbuatannya. 

loading...

Pada pukul 06.00 wita, pelaku dibawa ke Mapolres Jeneponto dan dilakukan pengembangan. Saat diminta menunjukkan TKP, pelaku mendorong salah seorang petugas dan lari ke dalam kebun.

Polisi memberi tembakan peringatan ke udara sebanyak empat kali. 

"Pelaku tetap lari tidak mengindahkan perintah untuk berhenti sehingga dilakukan tindakan tegas yakni tembakan terarah dan terukur. Setelah dicek, terdapat dua luka tembak yakni mengenai betis kaki kanan dan kaki kiri. Kemudian pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang Jeneponto," sebutnya.

Syahrul mengatakan, pelaku merupakan residivis. Sudah enam masuk penjara dengan kasus yang berbeda-beda. Mulai kasus pencurian, narkoba, hingga pemilikan senjata tajam. 

Pelaku dan barang bukti berupa sebilah parang diamankan. Termasuk satu unit laptop yang telah disita penyidik Polsek Tamalatea sebelumnya.


 

Loading...
Loading...