Senin, 03 Februari 2020 08:49 WITA

Usai Evakuasi WNI dari China, Pesawat Batik Air 120 Menit Jalan Sterilisasi

Editor: Nur Hidayat Said
Usai Evakuasi WNI dari China, Pesawat Batik Air 120 Menit Jalan Sterilisasi
Proses sterilisasi pesawat Airbus 330-300CEO registrasi PK-LDY Batik Air. (Foto: Batik Air)

RAKYATKU.COM - Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group menginformasikan, pesawat Airbus 330-300CEO registrasi PK-LDY mulai menjalani fase pengerjaan, Minggu (2/2/2020).

Pengerjaan itu meliputi pembersihan, sterilisasi, penyemprotan, penggantian saringan udara kabin, dan perawatan berkala selama beberapa hari.

Sterilisasi dilakukan usai menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China menyusul mewabahnya virus corona.

Batik Air bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, TNI Angkatan Udara, pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) member of Lion Air Group dan pihak terkait, dalam upaya memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai standar operasional.

Batik Air Airbus 330-300CEO dilakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman, bakteri, virus  dan lainnya (disinfectant spray) oleh KKP yang berlangsung kurang lebih 120 menit. Pekerjaan mencakup di kabin, kokpit dan kompartemen kargo bagian bawah pesawat.

Setelah pesawat dilakukan sterilisasi oleh pihak berwenang, KKP dan TNI AU memberikan izin kepada tim BAT untuk melakukan penggantian HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter yaitu alat penyaring untuk sirkulasi udara dalam pesawat. 

"Prosedur tersebut sesuai anjuran Airbus, dikarenakan siatem HEPA sangat efektif untuk menyaring virus dalam sirkulasi udara kabin pesawat. Semua HEPA filter yang sudah dilepas, selanjutnya dibungkus menggunakan pembungkus khusus untuk diserahkan kepada pihak yang berwenang guna pemusnahan dengan cara dibakar," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam rilis yang diterima Rakyatku.com, Senin (3/2/2020).

Setelah dinyatakan steril oleh KKP, Airbus 330-300CEO ditarik ke hangar Batam Aero Technic untuk tahapan jadwal perawatan pesawat berkala (schedule maintenance).

loading...

"Batik Air mengucapkan terima kasih atas dukungan, kerjasama dan bantuan dari KKP, TNI Angkatan Udara, pengelola bandar udara, Batam Aero Technic serta berbagai pihak sehingga proses hari ini berjalan lancar," tutur Danang.

Sebagai informasi, misi Kemanusiaan Batik Air dalam mendukung negara dan program pemerintah telah beroperasi sesuai standar keselamatan penerbangan dengan prinsip-prinsip kesehatan.

Batik Air penerbangan ID-8618 membawa 18 kru dan 30 tim medis pada Sabtu (01/ 02). Pesawat lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 13.00 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (WUH) pada 19.00 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, China Standard Time, GMT+ 08).

Penerbangan bernomor ID-8619 rute Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan tujuan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH) berangkat pada 04.30 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, China Standard Time, GMT+ 08) dan sudah mendarat normal di Batam pukul 08.30 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) pada Minggu (2/2/2020).

Batik Air berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

Batik Air menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi perusahaan serta ketentuan internasional.

Loading...
Loading...