Minggu, 02 Februari 2020 06:30 WITA

Sempat Ditolong Dokter, Begini Kronologi Dua Penumpang Lion Meninggal dalam Penerbangan

Editor: Abu Asyraf
Sempat Ditolong Dokter, Begini Kronologi Dua Penumpang Lion Meninggal dalam Penerbangan

RAKYATKU.COM - Dua penumpang Lion Air meninggal dalam penerbangan. Sempat diduga akibat virus corona, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kolombo akhirnya memberikan keterangan resmi.

Pesawat tersebut sempat mendarat darurat di Bandara Internasional Bandaranaike di Katunayake, Sri Lanka akibat insiden tersebut. 

Dalam keterangan tertulisnya, KBRI Kolombo menyatakan, kedua penumpang tersebut tidak terkait virus corona. Satu lainnya yang dirawat di rumah sakit karena flu juga bukan akibat virus corona.

"Jenazah sudah dikirim ke Indonesia tanggal 15 Januari dan tidak diautopsi," kata KBRI Kolombo dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/2/2020).

KBRI Kolombo telah berkoordinasi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan untuk pemulangan dua jenazah tersebut. 

Penumpang tersebut sudah kembali ke Indonesia pada Senin (27/1/2020) dengan didampingi staf KBRI Kolombo. KBRI Kolombo menegaskan ketiga penumpang tak punya kaitan dengan virus corona.

Sebelumnya, Lion Air meluruskan kabar ada penumpangnya yang meninggal dunia karena virus. Kabar itu menyebut dua penumpang meninggal dalam penerbangan Jeddah-Surabaya karena virus menular.

"Lion Air tidak pernah mengatakan penyebab meninggal dunianya dua penumpang tersebut karena virus menular," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air.

Pesawat Lion Air bernomor JT-085 itu bertolak dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi menuju Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur. Pesawat membawa 13 kru kabin dan 257 penumpang.

Penerbangan ini berangkat pukul 18.20 waktu Jeddah. Dijadwalkan mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa timur, pukul 08.30 WIB. 

loading...

Namun berkisar satu jam setelah lepas landas, pilot Lion Air JT-085 menginformasikan kepada petugas lalu lintas udara untuk melakukan pengalihan pendaratan ke Bandaranaike di Katunayake, 35 kilometer utara dari Kolombo, Sri Lanka.

Pendaratan darurat disebabkan alasan medis. Terdapat satu penumpang bernama Saringa Albadiah yang membutuhkan pertolongan segera. 

Awak kabin yang bertugas menjalankan tindakan sesuai prosedur dengan mengumumkan terdapat dokter atau petugas medis dalam pesawat. 

Dokter bersama awak kabin sudah memberikan pertolongan pertama. Dokter menyatakan penumpang tersebut meninggal dunia ketika pesawat akan mendarat. 

Petugas layanan darat di Bandaranaike bersama pengelola bandara dan pusat kesehatan sudah mempersiapkan upaya pertolongan.

Lion Air menyatakan pendaratan darurat dijalankan seturut standar operasional prosedur (SOP). 

Begitu pesawat Lion Air JT-085 mendarat normal pukul 01.45 waktu Kolombo, dua penumpang bernama Suwadi dan Amadula juga membutuhkan penanganan medis. 

Semua pihak terlibat segera melakukan tindakan penanganan dan langsung membawa penumpang ke rumah sakit terdekat. 

Tim medis menyatakan penumpang bernama Suwadi dinyatakan meninggal dunia, kemudian tamu bernama Amadulah masih menjalani perawatan di rumah sakit

Loading...
Loading...