Rabu, 29 Januari 2020 14:36 WITA

Pemerintah Kota Makassar Apresiasi Hasanuddin Contact

Penulis: Yuniastika Datu
Editor: Adil Patawai Anar
Pemerintah Kota Makassar Apresiasi Hasanuddin Contact

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Rabu (29/7/2019). Peserta dan panelis sudah duduk rapi di Ruang Bantimurung 1 Lantai 5 Hotel Aerotel Smile. Usai Direktur Hasanuddin CONTACT sambutan, MC lalu memanggil Sittiara Kinang.

Asisten II Pemerintah Kota Makassar itu, mewakili PJ Wali Kota, memberikan sambutannya. Pada Pelatihan gabungan Dinas se-Kota Makassar, dalam menegakkan Sanksi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang diadakan Hasanuddin CONTACT.

Sittiara beranjak dari tempat duduknya menuju podium. Dia menggunakan kemeja putih, rok hitam, juga jilbab hitam bergaris putih, di tengah hijabnya ada sedikit brukat putih. 

Memegang pengeras suara, mengucapkan salam lalu menyampaikan permohonan maaf. 

"Mohon maaf sambutan ini sedianya disampaikan Bapak Wali Kota, namun karena beliau lagi keluar Kota, sehingga izin ka saya mewakilinya, " katanya.

Dia menyampaikan apresiasinya terhadap Hasanuddin Contact. Karena organisasi naungan FKM UNHAS ini dinilai mampu mendukung pemerintah dalam menerapkan Kawasan Tanpa Asap Rokok.

Menurutnya, ada beberapa keuntungan dari berlakuanya Perda nomor 4 tahun  2013 ini. Meningkatkan Kualitas Udara. Meningkatkan derajat kesehatan. Meningkatkan ekonomi keluarga. Penangulangan Penyakit Menular. 

"Saya pernah bertanya, apa sih asiknya merokok," katanya.

"Katanya tidak ada rasanya bu, loh kenapa merokok kalau tidak ada rasanya," ujarnya lagi.

"Tapi yang kita rasakan itu tinggal baunya, di Jilbab atau dibaju kita," tambahnya lagi.

"Farfum apapun yang kita pakai akan tertutupi dengan bau Rokok,  padahal kita tidak merokok, bagaimana ibu-ibu, pasti sering merasakan,"  ujarnya bertanya kepada beberapa peserta perempuan yang hadir.

loading...

Peroko pasif ini menurut dia yang lebih berbahaya Dibanding perokok aktif. Juga akan berdampak besar kepada anak-anak terutama balita.

"Terutama kepada anak-anak kita dokter yah, " sambil bertanya kepada dr. Erna Nuraena. Kepala Bidang Dinas Kesehatan  Masyarakat Dinkes Bogor.

"Lebih asik pada saat setelah makan. Habis makan sudah cuek bebek terhadap sekitaranya," katanya.

Dia kemudian menegaskan bahwa yang bertugas mengawasi perda adalah Satpol PP. Di kantor Wali kota sangat banyak tertera larangan merokok tapi kata dia masih banyak yang merokok. 

"Nah ini tugas adek-adek Satpol PP. Tapi jangan mengawasi sambil merokok. Nanti kalian kena batunya, " ujarnya diikuti tawa dari peserta yang hadir.

"Tinggalkan dulu rokoknya. Jangan disitu. Kalau bisa yah jangan merokok," tambah Sittiara.

Lebih lanjut Dia mengatakan, masyarakat banyak yang beranggapan, jika tidak ada lagi perokok, pengganguran akan semakin bertambah. Padahal menurut dia ada banyak cara untuk menyiapkan lapangan kerja. Tidak harus dengan rokok.

Dia pun menjelaskan bahaya dari tembakau. Salah satunya meningkatkan Penyakit Tidak Menular.  "Kalau banyak merokok, yah BPJSnya jalan terus," tuturnya. 

Usai menyampaikan sambutannya. Sittiara kemudian foto bersama dengan sejumlah hadirin. "Kita angkat jempol yah, jangan angkat 2 jari karena itu tandanya merokok," ujarnya diikuti tawa hadirin. 

Loading...
Loading...