Selasa, 28 Januari 2020 12:24 WITA

Kementan-Kemenkop UKM Kembangkan Bisnis dengan Korporatisasi Pertanian

Editor: Abu Asyraf
Kementan-Kemenkop UKM Kembangkan Bisnis dengan Korporatisasi Pertanian
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki menunjukkan dokumen MoU yang baru diteken, Senin (27/1/2020).

RAKYATKU.COM,JAKARTA - Nota kesepahaman (MoU) sudah diteken. Kementerian Pertanian (Kementan) sepakat bekerja sama Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM).

Kedua kementerian bekerja sama mengembangkan bisnis dalam pengelolaan tani. Salah satunya dengan mengkorporatisasikan bidang pertanian. 

MoU diteken kedua menteri di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). Di sela-sela rapat kerja nasional (rakernas) pembangunan pertanian tahun 2020.

Hadir Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki.

"Bahannya saya siapkan. Kementerian Koperasi akan mengelola bisnis plannya. Katakanlah hulunya dan proses pasarnya akan dikelola Kementerian Koperasi," kata Mentan Syahrul.

Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, Kementan akan menggandeng kementerian lain yang terkait secara teknis. Mereka akan bersama-sama melakukan berbagai upaya dalam mengakselerasi pertanian. Program yang sama akan disatukan.

Kementan-Kemenkop UKM Kembangkan Bisnis dengan Korporatisasi Pertanian

"Ini perintah Bapak Presiden. Agar tidak ada lagi perbedaan antara menteri. Menteri yang satu dengan yang lain saling berkomunikasi, berkoordinasi, bahkan menyatukan program," ucap Syahrul.

Kerjasama Kementan dan Kemkop UKM yang berorientasi ekspor akan didukung Kementerian Perdagangan. Kerjasama yang kompak beberapa kementerian menjadi sangat penting. 

"Ini negara sangat besar. Kita butuh pangan yang lebih kuat dan kepastian dalam menata kehidupan dan ekonomi Indonesia," tambahnya.

loading...

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki, mengatakan, kerja sama dengan Kementan yakni dalam pengelolaan organisasi tani. 

Teten menambahkan, rata-rata pertanian di Indonesia dikelola perorangan. Mereka memiliki lahan yang sangat sempit.

"Sehingga muncul isunya tidak efisien, kontinuitas kebersambungan produk, kesejahteraan petani dan lain sebagainya. Karena itu kami mengembangkan model konsolidasi lahan," katanya.

Konsolidasi ini menghimpun para petani dalam satu koperasi. Mereka menanam satu komoditi dalam skala bisnis. 

Kerja sama ini juga untuk mengonsolidasi seluruh resources yang ada di pertanian. Mulai subsidi pupuk, alsintan, pembangunan infrastruktur pertanian, hingga rantai suplainya atau rantai pasoknya. 

"Dengan begitu masalah produktivitas mudah-mudahan bisa teratasi. Kami akan coba dulu untuk bisnis model koperasi beras di Demak. Juga ada beberapa model koperasi untuk ternak domba dan juga hortikultura," jelas Teten.

Rakernas ini dilaksanakan selama dua hari, 27-28 Januari 2020. Dilanjutkan workshop pembahasan rancangan target Kementerian Pertanian tahun 2020. 

Rakernas dihadiri 1.500 peserta. Mereka terdiri atas kepala dinas lingkup pertanian provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Juga jajaran lingkup Kementerian Pertanian dan para undangan.


 

Loading...
Loading...