Senin, 27 Januari 2020 18:13 WITA

Lembaga Desa di Jeneponto Rapat, Papdesi: Kades-kades Resah dengan Laporan LSM

Penulis: Zul Lallo
Editor: Fathul Khair Akmal
Lembaga Desa di Jeneponto Rapat, Papdesi: Kades-kades Resah dengan Laporan LSM

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Pekumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) melakukan rapat internal dengan sejumlah Kepala Desa, tepatnya di Cafe Lino, Jalan Lingkar, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. 

Selaku Ketua Papdesi, Andi Rajadeng mengatakan mewakili para kepala desa di Kabupaten Jeneponto, mereka menyampaikan bahwa organisasi Papdesi merupakan lembaga desa yang dibentuk untuk melakukan pelayanan prima dan ekstra kepada masyarakat di daerah.

"Kurang lebih 40 orang hadir dalam rapat internal Papdesi. Mereka menyampaikan keluhan. Tentu saya selaku ketua harus melakukan pemdampingan secara hukum dan lainnya," ujar Rajadeng kepada Rakyatku.com, Senin (27/1/2020).

Selain itu kata dia, melihat suasana menjelang pemilihan desa tahun depan tentunya dibarengi dengan banyaknya laporan kepala desa yang dianggap melakukan perbuatan fiktif dan sebagainya.

Tentu hal tersebut dapat menghambat proses pelayanan teman teman kepala desa kepada masyarakat, dikarenakan para kepala desa resah dan tertekan sehingga dapat menurunkan kualitasnya untuk melayani masyarakat serta membuat kebijakan kebijakan untuk merangsang percepatan pembangunan desa.

"Kami tentunya juga berharap pemilihan kepala desa nantinya itu sifatnya fair dan jangan saling menjatuhkan dengan cara yang tidak baik. Kalah menang itu biasa," sebutnya

Ia menjelaskan, akhir akhir ini banyak kepala desa yang terlapor dipenegak hukum di Kejaksaan dan Kepolisian. Dan menyikapi banyaknya laporan lembaga atau ormas. Hanya kata dia, belum tahu lembaga tersebut.

"Kami Papdesi akan mendampingi atau mengadvokasi teman teman kepala desa. Dan tentunya kami percaya memberikan dukungan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan yang objektif," kata dia

Dia bilang, apapun hasilnya mereka tetap terima. Namun berharap apabila ditemukan kekurangan yang sifatnya kerugiannya kecil agar dapat dibina. Mereka meyakini bahwa tidak ada pekerjaan yang sempurna, karena para Kades hanyalah manusia biasa. 

"Kami berharap dibina karena kami meyakini bahwa tidak ada pekerjaan yang sempurna. Dan kami kepala desa hanyalah manusia biasa, namun apabila ditemukan adanya fiktif yang sangat merugikan negara, kami mendukung pihak penegak hukum untuk menindak oknum Kades,"katanya

Namun tidak lepas dari itu, tentu akan membantu teman teman untuk melakukan laporan balik tentang pencemaran nama baik apabila yang dilaporkan fiktif itu, ternyata tidak benar dan kegiatannya fisiknya ada. 

"Kami Papdesi berharap dan meminta bantuan semua pihak untuk membantu percepatan pembangunan di Kabupaten Jeneponto terkhusus pembangunan desa," pungkasnya

Selanjutnya kata dia, dalam waktu yang tidak lama akan melakukan konsultasi kepada pihak lain, termasuk pakar pakar hukum di Indonesia,

Tags
Loading...
Loading...

Berita Terkait