Minggu, 26 Januari 2020 13:40 WITA

Vlogger Dapat Ancaman Pembunuhan Gara-Gara Review Jelek Maskapai

Editor: Nur Hidayat Said
Vlogger Dapat Ancaman Pembunuhan Gara-Gara Review Jelek Maskapai
Josh Cahill.

RAKYATKU.COM - Seorang vlogger asal Jerman mengkritik maskapai Singapore Airlines dalam review-nya. Dia mendapat ancaman pembunuhan lewat media sosial.

Dilansir SCMP, travel vlogger bernama Josh Cahill me-review maskapai Singapore airlines. Di dalamnya terdapat kritikan terhadap fasilitas pesawat. 

Dia pun mendapat lebih dari 100 pesan kasar yang datang dari Facebook, Instagram, Twitter, halaman YouTube, dan Instagramnya bahkan ancaman pembunuhan.

Cahill yang mulai membagikan video maskapai dari Januari 2018 telah sering mengunggah review yang lebih kritis. 

Pria berumur 33 tahun ini meminta perlindungan kepada polisi. Namun, hal itu tidak dilanjutkan karena pihak polisi mengaku sulit melacak akun karena tidak menggunakan nama atau profil tepat. 

Pemegang akun yang membuat ancaman pembunuhan mengaku sebagai karyawan Singapore Airlines.

Dalam menanggapi hal ini, SIA mengaku telah menghubungi Cahill tentang ancaman yang dibuat. Namun, mereka tidak mengonfirmasi apakah staff SIA yang memberikan ancaman pembunuhan.

loading...

Perusahaan SIA juga mengatakan bahwa polisi menghubungi mereka maka tindakan tepat telah diambil. Pihak maskapai akan membantu penyelidikan dan bersikap profesional.

"Jika tuduhan Cahill terbukti benar, kami akan memastikan bahwa tindakan yang sesuai telah diambil. Sebagai maskapai penerbangan yang berkomitmen dalam keunggulan layanan, Singapore Airlines menanggapi semua umpan balik dengan serius dan mengharuskan staff kami memperlakukan pelanggan dengan profesionalisme dan rasa hormat," kata pihak maskapai.

Rekaman video yang dibagikan oleh Cahill berdurasi 11 menit dengan judul "Singapore Airlines economy class - not worth the dollar!" yang sudah ditonton sebanyak 170.000 kali sejak diunggah pada 7 Januari 2020 lalu.

Cahill yang menaiki pesawat dari London ke Singapura selama 13 jam memuji makanan dan kursi dalam penerbangan. Tapi dia mengatakan awak kabin adalah "kekecewaan terbesar" dalam penerbangan. Dia menjelaskan bahwa awak kabin memiliki "kebijakan tanpa keterlibatan" dan sedikit melibatkan waktu untuk penumpang.

Dalam penerbangannya Cahill telah membayar 1.200 SGD atau sekitar Rp12 juta untuk tiket yang menurutnya tidak sepadan dengan yang dia terima. Menurutnya maskapai lain menawarkan harga yang lebih murah dengan lebih banyak penawaran.

"Tapi untuk keseluruhan, ini adalah produk brilian, jangan salah paham," katanya dalam video.

Loading...
Loading...