Minggu, 26 Januari 2020 06:31 WITA

Kesaksian Perawat: Mayat Korban Coronavirus Dibiarkan Terbaring karena Orang Takut Terinfeksi

Editor: Abu Asyraf
Kesaksian Perawat: Mayat Korban Coronavirus Dibiarkan Terbaring karena Orang Takut Terinfeksi
Mayat korban coronavirus di Wuhan.

RAKYATKU.COM - Mayat korban coronavirus dibiarkan tanpa pengawasan di koridor sebuah rumah sakit yang dibanjiri pasien di Wuhan, China.

Adegan yang mengerikan, ditangkap seorang wanita yang mengaku sebagai perawat. Video itu diposting di jaringan media sosial negara itu kemarin, tetapi cepat disensor.

Lusinan video yang diposting online memperlihatkan orang-orang berbaring di jalan setelah pingsan di tempat mereka berdiri saat mereka berjalan di jalanan Wuhan. 

Rekaman yang tidak diverifikasi muncul di media sosial yang ditujukan untuk menunjukkan mayat pasien coronavirus dibiarkan tanpa pengawasan di koridor rumah sakit. 

"Tiga mayat, (mereka) telah berbaring di sini sepanjang pagi," terdengar suara wanita dalam video itu.

Seorang pekerja medis menggambarkan bagaimana pasien dikirim tanpa henti tanpa tindakan karantina. Dia memperingatkan bahwa semua orang pada akhirnya akan terinfeksi dan sekarat.

Video itu diyakini direkam di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan. Salah satu fasilitas yang ditunjuk pemerintah untuk menerima pasien yang dicurigai dan didiagnosis menderita coronavirus. 

Menurut versi yang diposting ulang di Twitter, mayat-mayat yang ditutupi kain putih terlihat dibiarkan berbaring di koridor rumah sakit, dijejali pekerja medis dan pasien.

loading...

Dalam pos tersebut, perawat yang memproklamirkan diri menuduh rumah sakit menutupi kebenaran epidemi. Dia mengklaim bahwa dokter menolak untuk mengeluarkan diagnosis formal kepada pasien coronavirus untuk menjaga jumlah kasus yang dikonfirmasi pada tingkat yang lebih rendah.

Dia mengatakan bahwa suaminya mengalami demam selama delapan hari. Ditemukan memiliki infeksi di paru-paru, tetapi tidak ada rumah sakit yang mau menerimanya.

Selain itu, semua rumah sakit menolak untuk memberikan scan virus yang sesuai kepada suaminya atau memberikan diagnosis resmi kepada suaminya, katanya.

Pos itu kemudian mengklaim bahwa rumah sakit setempat benar-benar dibanjiri dan petugas medis dipaksa bekerja siang dan malam. 

Orang-orang mengantri untuk menerima perawatan di departemen rawat jalan demam Rumah Sakit Tongji Wuhan di Wuhan pada 22 Januari. Pemerintah setempat hari ini mengatakan bahwa kota itu menyaksikan lonjakan jumlah pasien demamnya dan bahwa rumah sakit kehabisan tempat tidur.

Virus korona yang mematikan di Asia jauh lebih menular daripada yang diperkirakan sebelumnya. Seseorang yang terinfeksi dapat menyebarkannya hanya dengan batuk sederhana atau bersin.

Loading...
Loading...