Sabtu, 25 Januari 2020 18:55 WITA

Wabah Virus Corona, China Kekurangan 40 Juta Masker per Hari, Harga Naik 13 Kali Lipat

Editor: Nur Hidayat Said
Wabah Virus Corona, China Kekurangan 40 Juta Masker per Hari, Harga Naik 13 Kali Lipat
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM -  Virus Corona baru, 2019-nCoV, menghantui China. Salah satu cara mencegah penularan adalah penggunaan masker. Virus ini bisa menular melalui udara.

Masyarakat China butuh masker hingga 60 juta helai per hari selama virus corona yang menyebabkan radang paru-paru (pneumonia) berat mewabah di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa itu.

"Kebutuhannya mencapai 50-60 juta masker per hari, sementara pasokannya masih sekitar 20 juta," kata General Manager Lanhine Corp Cao Jun dikutip media resmi setempat, Sabtu (25/1/2020).

Lanhine adalah perusahaan penyedia masker dan peralatan perlindungan wajah yang berkantor pusat di Provinsi Zhejiang. 

Masyarakat China sangat butuh masker impor, terutama yang berstandar N95 yang biasa digunakan oleh petugas bedah medis.

Sebenarnya ini saat yang tepat bagi produsen dalam negeri untuk meningkatkan kepercayaan kepada konsumen seperti pendapat analis bisnis di Global Times. 

Bahkan Lanhine terpaksa memanggil para karyawannya yang sudah bersiap mudik Tahun Baru Imlek untuk bekerja kembali dengan upah empat kali lipat dari hari biasa.

loading...

Menurut Cao, perusahaannya telah menerima pesanan 100 juta, sedangkan selama musim libur Imlek kapasitas produksinya ditingkatkan menjadi 400 ribu helai per hari yang semuanya telah dikirimkan ke sejumlah rumah sakit.

Permintaan di pasaran umum juga melonjak tajam, terutama untuk merek 3M dan Honeywell. Lonjakan permintaan masker ini persis saat wabah SARS terjadi di China pada 2003, wabah flu burung 2009, dan polusi udara terparah pada 2013-2014.

3M merupakan produk Amerika Serikat yang sangat populer di China. Bahkan platform e-dagang Taobao dan JD.com kewalahan memenuhi permintaan konsumen.

Harganya pun naik 3 yuan menjadi 40 yuan (Rp 80.000) per helai. Padahal Alibaba Group selaku pengelola Taobao sudah meminta kliennya untuk tidak menaikkan harga jual masker.

Sampai saat ini 830 orang di 29 provinsi dan daerah di China dinyatakan terpapar virus yang dinamai 2019-nCoV oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan 1.072 orang berstatus terduga.

Sumber: Antara

Loading...
Loading...