Minggu, 26 Januari 2020 02:30 WITA

Trump Bilang Tidak Ada yang Terluka, Ternyata 34 Tentara AS Gegar Otak Pasca Serangan Rudal Iran

Editor: Abu Asyraf
Trump Bilang Tidak Ada yang Terluka, Ternyata 34 Tentara AS Gegar Otak Pasca Serangan Rudal Iran
Kondisi pangkalan militer AS di Irak pasca serangan rudal Iran.

RAKYATKU.COM - Pentagon mengatakan Jumat bahwa 34 tentara AS didiagnosis menderita cedera otak traumatis yang diderita dalam serangan rudal Iran bulan ini di pangkalan udara Irak, dan setengah dari pasukan telah kembali ke tugas militer mereka.

"Tujuh belas dari 34 masih dalam pengawasan medis," ujar Jonathan Hoffman, juru bicara kepala Pentagon.

Presiden Donald Trump awalnya mengatakan, dia diberi tahu bahwa tidak ada tentara yang terluka dalam serangan 8 Januari itu. 

Militer mengatakan, gejala tidak segera dilaporkan. Kondisi tersebut baru diketahui beberapa hari kemudian.

Setelah laporan pertama bahwa beberapa tentara telah terluka, Trump menyebut mereka sebagai "sakit kepala". Dia mengatakan kasus-kasus itu tidak seserius cedera yang melibatkan kehilangan anggota badan.

Pengungkapan Hoffman bahwa 34 telah didiagnosis dengan cedera otak traumatis, atau TBI, adalah pembaruan pertama tentang jumlah yang terluka dalam serangan rudal Iran di pangkalan udara Ain Al Asad di Irak barat.

loading...

Pada 17 Januari, Pentagon mengatakan bahwa 11 personel telah diterbangkan keluar dari Irak dengan gejala seperti gegar otak.

Hoffman mengatakan bahwa dari 34 dengan TBI, 18 dievakuasi dari Irak ke fasilitas medis AS di Jerman dan Kuwait. Sebanyak 16 orang tinggal di Irak. 

Tujuh belas dari 18 dikirim ke Jerman. Sembilan tetap di sana. Delapan lainnya telah diangkut ke Amerika Serikat untuk pengamatan atau perawatan lanjutan.

Orang Amerika yang dikirim ke Kuwait sejak itu kembali bertugas. Semua 16 dari mereka yang didiagnosis dengan TBI dan tetap di Irak sejak itu kembali bertugas, kata Hoffman.

Tidak ada yang terbunuh dalam serangan terhadap Ain al-Asad. Serangan itu diluncurkan sebagai pembalasan atas serangan rudal drone AS yang menewaskan Qassem Soleimani, jenderal militer paling kuat di Iran, pada 3 Januari di Bandara Internasional Baghdad.

Loading...
Loading...