Sabtu, 25 Januari 2020 02:30 WITA

Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Vape Haram, Asosiasi Sebut Perokok Sudah Pintar

Editor: Abu Asyraf
Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Vape Haram, Asosiasi Sebut Perokok Sudah Pintar
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Muhammadiyah mengambil putusan tegas. Vape atau rokok elektrik disamakan dengan rokok konvensional. Sama-sama membahayakan kesehatan. Dua-duanya haram.

Sikap itu dituangkan dalam bentuk fatwa. Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menerbitkan fatwan bernomor 01/PER/I.1/E/2020 tentang Hukum Merokok e-Cigarette pada 14 Januari 2020 di Yogyakarta.

Fatwa ini mempertegas fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Hukum Merokok. Juga meneguhkan posisi Muhammadiyah terhadap rokok.

Dalam fatwanya, Muhammadiyah menyebut dalil-dalil yang terang. Salah satunya yang terdapat dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 195.

"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."

Dalam ayat lain, surat An-Nisa ayat 29, Allah subhanahu wata'ala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu."

Pertimbangan lain adalah vape membahayakan diri sendiri dan orang lain yang terkena uapnya, seperti yang telah disepakati para ahli dan akademisi. 

Efek buruk vape dirasakan mereka yang mengisap langsung serta orang lain di sekitarnya dalam jangka pendek dan panjang.

loading...

Dengan efek buruk yang berisiko terjadi, menggunakan uang untuk membeli vape dianggap pemborosan. Hal ini sesuai yang tercantum dalam Al-Isra ayat 26.

"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros."

Pada surat Al-Isra ayat 27 berbunyi, "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."

Walau fatwa tersebut terang dan jelas, Asosiasi Vape Indonesia (AVI) punya pendapat lain.

"Ya yang pasti gini, wilayah agama itu bukan ranah kita, tapi kita sangat amat menghargai keputusan Muhammadiyah membuat keputusan tersebut, dan kita sendiri terbuka untuk kalau mereka ingin melakukan diskusi, jadi mereka butuh informasi apa monggo ayo kita terbuka banget," kata Ketua AVI Johan Sumantri, Jumat (24/1/2020).

Dia menilai fatwa haram untuk penggunaan vape sama seperti yang diberlakukan kepada rokok konvensional. Di mana penggunaannya akan ditentukan sendiri oleh pasar. Sehingga, menurut dia tidak akan berpengaruh pada bisnis vape ke depannya.

"Kita juga belum tahu nih karena di Indonesia sendiri organisasi Islam bukan hanya Muhammadiyah ada NU juga. NU sendiri sampai detik ini tidak pernah mengharamkan rokok. Kalau kita bicara besaran organisasi NU jauh lebih besar kan, tapi saya rasa nggak ada masalah, dan masyarakat sudah pintar kok masalah halal dan haram sudah tidak menjadi patokan untuk menggunakan suatu produk," jelasnya.
 

Loading...
Loading...