Kamis, 23 Januari 2020 12:02 WITA

Kronologi Penemuan Bayi di Jembatan 'Angker' Raoa Kajang

Penulis: Rahmatullah
Editor: Fathul Khair Akmal
Kronologi Penemuan Bayi di Jembatan 'Angker' Raoa Kajang
Bayi malang ditemukan Ibu Daddi di jembatan 'Angker' Raoa, Kajang

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Aparat kepolisian berhasil mengungkap identitas pembuang bayi, di Jembatan Raoa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Selasa 21 Januari 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra mengaku, sedang melakukan pemeriksaan terhadap pembuang bayi itu, yang tiada lain adalah ibunya sendiri.

"Ya sudah diamankan. Sementara diambil keterangan oleh penyidik PPA," Ujar Berry dengan keterangan iritnya kepada Rakyatku.com, Kamis (23/1/2020).

Pembuangnya berinisial SS. Usianya masih 18 tahun. Warga kampung sebelah, dari lokasi penemuan bayi.

Dibalik pengungkapan identitas pelaku pembuang bayi oleh polisi, terdapat cerita mengharukan yang dilakukan oleh penemu bayi. Yaitu ibu Doddi, warga desa Pantama, Kecamatan Kajang. Cerita ini dikisahkan oleh seorang perawat bernama Eka Merdekawati kepada Rakyatku.com.

Eka adalah petugas medis yang saat itu merawat bayi laki-laki tersebut saat tiba di Puskesmas. Ia juga yang berbicara banyak hal dengan Ibu Doddi mengenai momen penumuan bayi dalam kanting kresek hingga membawanya ke puskesmas.

Menurut Eka, bayi malang itu, diantar ole ibu Daddi bersama 3 orang pria. Yang salah satunya adalah tukang ojek ibu Daddi saat itu. Pria tukang ojek itu juga yang bersama ibu Daddi menemukan bayi tersebut dalam kantong plastik tergeletak di jembatan.

Ibu Daddi kata Eka, saat menemukan bayi malang itu, langsung membawanya ke Puskesmas. Beberapa mobil yang melintas mencoba diberhentikan dengan lambaian tangannya. Sayangnya enggan mengantar ke Puskesmas dengan alasan takut.

"Bahkan ibu Daddi yang cerita ke saya, kalau ada beberapa mobil yang ditahan, sama ibu tapi tidak singgah," Ujar Eka.

Alasan tak mengantar, karena cerita warga jembatan Raoa dikenal angker. Bahkan ada beberapa warga yang enggan menolong Ibu Daddi. Hingga akhirnya menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas.

"Alasan Ibu Doddi langsung membawa ke Puskesmas, karena tali pusarnya belum dipotong, trus ibu Daddi melihat kondisi bayinya itu merintih, dan tidak menangis kuat seperti bayi lahir pada umumnya," kata Eka lagi.

loading...

Usai perawatan, pihak medis memutuskan, bayi tersebut harus dirujuk Rsud Sulthan Dg Radja Bulukumba. Ambulans dipersiapkan. Termasuk tenaga medis yang harus ikut.

Saat itu, Ibu Doddi mendapat cobaan besar. Ia harus memutuskan ikut dengan rombongan menuju Rumah Sakit. Di sisi lain, tak sepeserpun uang dalam sakunya.

Ibu Doddi memang dikenal hanya sebagai buruh kapal ikan di Lelong Kassi, kecamatan Kajang. Ia mengais rezeki dari kerja kerasnya menurunkan ikan tangkapan dari kapal-kapal nelayan. Mengaturnya untuk dimasukan ke dalam dos ikan.

"Makanya saya tersentak, pas mau dirujuk itu bayi. Katanya dia tidak bawa uang sepeser pun untuk pegangan. Beruntungnya ada salah satu warga yang meminjamkan uang Rp100 ribu saat mau naik ke ambulans," ujar Eka.

Eka dan petugas medis mengaku kagum dengan sikap ikhlas yang dilakukan oleh Ibu Daddi. Kendati tak memiliki uang, dan tak mengenal siapa pemilik bayi itu, tetap saja tulus memberi pertolongan.

"Yang kami salut, karena keberaniannya dan ketulusan hatinya. Meski dalam kondisi ekonomi yang tidak mencukupi dia tetap mau menolong," Ucap Eka.

Eka membeberkan, bayi mungil itu akan dirawat ibu Daddi hingga dewasa nanti. Itu juga salah satu alasannya ikut merujuk ke RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba.

"Sudah banyak yang telepon untuk adopsi, tapi Ibu Daddi menolak. Karena katanya, itu adalah rezeki Tuhan yang baginya sangat luar biasa," ungkapnya.

Ibu Daddi sendiri kata Eka, baru saja dianugrahi seorang cucu. Anaknya baru saja melahirkan pada Desember 2019 lalu. 
Kehidupannya yang sederhana itu, menjadi anugrah terindah setelah mendapatkan bayi baru di jembatan 'Angker' Raoa, Kajang.

Loading...
Loading...