Kamis, 23 Januari 2020 09:41 WITA

Tamsil Linrung dan Anak Wapres Satu Meja Bahas Pendidikan

Editor: Fathul Khair Akmal
Tamsil Linrung dan Anak Wapres Satu Meja Bahas Pendidikan

RAKYATKU.COM - Pendidikan adalah hak dasar yang dimandatori undang-undang. Akses pendidikan harus bersifat inklusif, untuk semua anak. Termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Pendidikan tidak boleh diskriminasi peserta didik, karena bertentangan dengan amanat UUD 1945.

Hal ini disampaikan oleh Dr Siti Nur Azizah Ma'ruf, saat Dialog Pakar Talifoundation yang bertema Pendidikan Inklusif dan Berkualitas, di Auditorium Insan Cendekia Madani (ICM), Rabu (22/1).

Azizah menyayangkan banyak pendidikan yang belum inklusif. Pasalnya dia merasakan sendiri betapa susahnya mencari pendidikan buat anaknya yang berkebutuhan khusus. Penolakan demi penolakan dari berbagai lembaga pendidikan baik negeri, swasta, sekolah umum maupun Islam sudah dirasakan.

"Mencari pendidikan buat anak berkebutuhan khusus sama susahnya mencari pekerjaan. Anak saya yang berkebutuhan khusus ditolak oleh berbagai sekolah. Ini sangat memprihatinkan. Pendidikan kita belum bisa mengakomodir kaum disabilitas. Pendidikan yang diskriminatif dan menindas ini harus dilawan," keluh Azizah. 

Disaat banyak sekolah yang melakuakn diskriminasi hak peserta didik, Azizah menilai sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) adalah model pendidikan Islam inklusif yang menjadi banchmark.

"Begitu masuk kawasan ICM, Saya sangat terkesan dengan sekolah ini. ICM adalah implementasi dari pendidikan inklusif. Sekolah ini berwawasan lingkungan bersih, tertata rapi, infrastrukturnya bagus, dan sistem pendidikannya juga moderen," pujinya.

Karena itu, bakal calon Walikota Tangsel ini berkomitmen untuk menjadikan Tangsel sebagai kota pendidikan inklusif yang modern dan berkelas dunia. Pembangunan yang ada di kota ini harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

loading...

Senada, pendiri jaringan Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) Tamsil Linrung, menilai pendidikan harus berkeadilan dan memberi ruang untuk semua peserta didik. Itulah yang diterapkan di semua jaringan sekolah ICM.

"Filosofi pendirian ICM adalah untuk melahirkan pendidikan Islam yang berkualitas dan berkeadilan. Kami sudah menerapkan konsep pendidikan inklusif yang ramah untuk semua peserta didik," kata senator DPD RI ini.

Tamsil mengimbuhkan, inklusif dari perspektif berbeda juga bermakna berkeadilan. Yaitu, mereka yang punya kesanggupan menopang kualitas pendidikan harus diberi ruang. Misalnya membayar lebih, yang kemudian manfaatnya didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan. “Kita biasa sebut sebagai subsidi silang,” tutupnya.

Diketahui, jaringan sekolah ICM sudah tersebar diberbagai daerah seperti Serpong, Serang, Bogor, dan Pangkep. Sejak dirintis tahun 2010 lalu, ICM sudah memiliki segudang prestasi. Mulai dari sekolah berwawasan lingkungan, termasuk dalam 100 arsitektur terbaik, sekolah yang paling banyak diperbincangkan di forum rektor, hingga alumni yang tersebar di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia hingga luar negeri.

Selain mendirikan sekolah, kiprah Tamsil Linrung dibidang pendidikan juga diwujudkan dengan memberikan beasiswa di semua jenjang pendidikan. Di tingkat dasar, hingga perguruan tinggi. Hingga saat ini, ribuan beasiswa berada di bawah pengelolaan Tali Foundation. Yayasan sosial kemanusiaan yang berkiprah sejak tahun 2009.

Loading...
Loading...