Selasa, 21 Januari 2020 15:49 WITA

Kakinya Ditembak, Tiga Polisi Gendong Begal yang Rampas Emas Rp10 Juta

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Fathul Khair Akmal
Kakinya Ditembak, Tiga Polisi Gendong Begal yang Rampas Emas Rp10 Juta
Foto: Ishak Agus/Rakyatku.com

RAKYATKU.COM, GOWA - Madong (32) meringis kesakitan di Mapolsek Somba Opu. Kedua kakinya, ditembus timah panas oleh polisi.

Madong adalah begal dan juga residivis yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Gowa. Dia menyasar perempuan yang sedang berkendara di jalan. Kini dia ditangkap. Dua kakinya tidak bisa digerakkan.

Saat dibawa ke halaman Polsek, tiga petugas sedang menggendong Madong, lalu disediakan tempat duduk.

Madong menangis di hadapan warga yang sedang berada di Polsek tersebut. Polisi juga beberapa kali membentak pelaku agar tidak cengeng. Perbuatan yang ia lakukan, belum setimpal dengan timah panas yang menembus kakinya itu.

Sementara itu di hadapan pelaku, satu unit sepeda motor terparkir. Ada pula sebuah ponsel warna emas, disimpan di atas meja. Itu adalah barang bukti hasil kejahatan Madong.

"Pelaku menyasar perempuan yang membawa tas. Dia ikuti menggunakan sepeda motor  lalu tas itu dia rampas dari belakang," kata Kapolsek Somba Opu, AKP Jamaluddin, Selasa (21/1/2020).

loading...

Madong ditangkap oleh Sat Reskrim Polsek Somba Opu, di rumahnya. Tepatnya di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, pada Senin (13/1/2020).

Ternyata, Madong juga pernah merampas emas milik korbannya. Diantaranya empat gelang emas, 10 cincin emas, dan dua kalung emas. Jika ditaksir, semua barang haramnya itu mencapai Rp10 juta rupiah.

"Saya jual untuk bayar uang indekos. Karena istri saya sudah minta," kata Madong.

Kini, begal itu diancam dengan Pasal 365 KUHP (2) ayat 1. Ancaman hukuman diatas 12 tahun penjara.

Tags
Loading...
Loading...