Selasa, 21 Januari 2020 13:51 WITA

Diperankan Perempuan Seksi saat Rekonstruksi, Mahasiswi UIN Alauddin Tewas di Adegan 15

Penulis: Azwar Basir
Editor: Abu Asyraf
Diperankan Perempuan Seksi saat Rekonstruksi, Mahasiswi UIN Alauddin Tewas di Adegan 15
Suasana rekonstruksi pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin Makassar, Selasa (21/1/2020).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Di atas karpet merah jambu Asmaul Husna menemui ajal. Warnanya sudah luntur. Digelar di dalam kamar, di atas lantai tegel warna putih.

Lokasinya di Perumahan Citra Elok, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar.
 
Husna, sapaannya, adalah mahasiswi UIN Alauddin. Dia dibunuh teman dekatnya, Ridhoyatul Khaer. Dia mengembuskan napas terakhir Sabtu (14/12/2019).

Polsek Manggala menggelar rekonstruksi pembunuhan itu, Selasa (21/1/2020). Seorang perempuan berambut pirang sebahu diminta memerankan Husna.

Dia mengenakan blues berwarna pink. Amat tipis. Sampai-sampai bra hitamnya jelas kelihatan dari jauh. Dia mengenakan celana jin warna gelap dan masker. 

Ridhoyatul Khaer mengenakan baju tahanan oranye. 

Dalam adegan pertama, Ridhoyatul Khaer datang memarkir sepeda motornya. Setelah itu tersangka mengetuk pintu rumah korban. 

Korban yang ada di dalam rumah kemudian membuka pintu, lalu tersangka masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah, tersangka ngobrol dengan korban. Selanjutnya penyidik memperagakan apa yang dilakukan korban dan tersangka hingga adegan kedelapan.

loading...

Korban bersama tersangka berada di dalam kamar. Di adegan kesembilan, tersangka mendorong tubuh korban. Saat korban terbaring, tersangka menutup wajahnya menggunakan bantal hijau.

Pada adegan kesepuluh, tersangka memeriksa napas korban. Dia memasang telunjuk di hidung korban. Ternyata korban masih bernapas.

Tersangka lantas mencari pisau di dapur. Ketemu di dekat kompor gas. Tersangka menutup kembali wajah korban dengan tangan kiri. Tangan kanan mengiriskan pisau ke leher korban. Darah muncrat. Korban akhirnya meninggal dunia.

Setelah memastikan korban meninggal dunia. Tersangka mengganti bantal yang ada di wajah korban dengan bantal yang baru. Bantal yang penuh darah dibuang bersama pisau.

"Rekonstruksi telah kita lakukan. Ada 28 adegan, korban meninggal dalam adegan ke-15. Saat itu tersangka menekan pisau lalu menarik pisau itu dalam sekali tarikan," kata Kapolsek Manggala, Kompol Hasnaini yang didampingi Kanit Polsek Manggala Iptu Syamsuddin. 

Saat rekonstruksi berlangsung, rumah korban dipadati warga. Mereka berkerumun ingin melihat kronologi pembunuhan itu. Petugas memasang polisi.


 

Loading...
Loading...