Senin, 20 Januari 2020 22:19 WITA

Lantik Ketua PKK Kecamatan se Kabupaten Bantaeng, Ini Harapan Sri Dewi Yanti

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Fathul Khair Akmal
Lantik Ketua PKK Kecamatan se Kabupaten Bantaeng, Ini Harapan Sri Dewi Yanti

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Senin, 20 Januari 2020, delapan wanita berseragam serba berwarna hijau tosca berdiri. Mereka didampingi para sang suami yang berdiri di sampingnya-masing yang mengenakan seragam ASN.

Kedelapan perempuan itu adalah para Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se Kabupaten Bantaeng. Mereka dilantik oleh Ketua TP PKK Bantaeng, Sri Dewi Yanti di Gedung Balai Kartini, Senin, 20 Januari 2020

Antara lain adalah Iradati Wulansari sebagai Ketua TP PKK Pa'jukukang, Andi Husniati sebagai Ketua TP PKK Tompobulu, Sitti Marwiah sebagai Ketua TP PKK Bissappu, Rosmawati sebagai Ketua TP PKK Sinoa, Raihan, sebagai Ketua TP PKK Bantaeng, Nurlia Bahar sebagai Ketua TP PKK Uluere, Elmy Ahriani, sebagai Ketua TP PKK Gantarangkeke, serta St Kurniah sebagai Ketua TP PKK Eremerasa.

Ketua TP PKK Bantaeng, Sri Dewi Yanti berharap, para ibu-ibu yang baru saja dilantik itu bisa menjalankan tugas selaras dengan program yang telah ditentukan.
 
"Tentunya saya berharap bahwa ketua TP PKk kecamatan yang baru saja dilantik sudah bisa bergerak di kecamatan masing-masing bersama para kader dasa wismanya untuk menjalankan 10 program pokok PKK. Yang mana itu juga sejalan dengan visi misi Bapak Bupati Bantaeng (Ilham Azikin)," ujar perempuan yang hobi lari ini.

Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin mewakili Bupati Bantaeng, berharap Ketua TP PKK Kecamatan yang baru akan mampu membantu mewujudkan tercapainya visi misi kecamatan.

loading...

"Saya minta agar kegiatan PKK di tingkat Kecamatan dan Desa lebih terarah dan menyentuh berbagai kepentingan keluarga dan masyarakat," ujar dia. 

Dia menambahkan, salah satu tugas Ketua TP PKK Kecamatan yaitu terus memotivasi, membimbing dan membina TP PKK Desa beserta kadernya. Harapannya, kader PKK bisa lebih berdayaguna dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. 

Lebih lanjut, Sahabuddin menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat akan terwujud bila ada upaya untuk memberdayakan keluarga. Hal itu dapat diupayakan dengan fasilitas non-instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan. 

"Pemberdayaan keluarga ini penting karena akan menghasilkan kemandirian keluarga," jelas dia.

Loading...
Loading...