Senin, 20 Januari 2020 11:07 WITA

Suami Bunuh Diri, Anak Menangis Kelaparan, Ibu Jual Rambut Seharga Rp28 Ribu

Editor: Nur Hidayat Said
Suami Bunuh Diri, Anak Menangis Kelaparan, Ibu Jual Rambut Seharga Rp28 Ribu
Prema Selvam bersama buah hatinya. (Foto: BBC)

RAKYATKU.COM - "Putra saya Kaliyappan yang berusia tujuh tahun baru tiba dari sekolah dan meminta makan. Dia kemudian menangis karena kelaparan," kata Prema Selvam.

Ibu berusia 31 tahun yang bermukim di Distrik Salem, Negara Bagian Tamil Nadu, India, ini tidak punya apapun untuk memberi makan putranya. Dia merasa putus harapan.

Bahkan, hari itu, Jumat 3 Januari, dia tidak memasak karena kehabisan bahan makanan.

Setelah serangkaian kejadian tragis, Prema sampai pada titik terendahnya. Dia mempertimbangkan untuk melakoni aksi nekad, namun masyarakat di sekitarnya memberi tanggapan secara dramatis.

"Saya tidak punya apapun untuk diberikan. Hancur hati saya. Saya pikir apa gunanya hidup jika saya tidak bisa memberi makan anak-anak saya sendiri," paparnya.

Prema tidak punya barang berharga, perhiasan, atau bahkan peralatan dapur yang bisa ditukar dengan uang.

"Saya bahkan tidak punya 10 rupee (Rp2.000). Saya hanya punya beberapa ember plastik."

Dia lantas menyadari dirinya punya sesuatu yang bisa dijual.

"Saya teringat sebuah toko yang biasa membeli rambut. Saya ke sana dan menjual seluruh rambut di kepala saya seharga 150 rupee (Rp28.000)," kata Prema.

Rambut manusia diperdagangkan di seluruh dunia dan India merupakan eksportir utama.

Sebagian umat Hindu di India kerap menyerahkan rambut mereka di kuil-kuil sebagai tanda berterima kasih karena doa mereka dikabulkan.

Rambut-rambut yang dijual kemudian dipakai sebagai perpanjangan rambut orang lain.

Berbagai cara pemerintah India untuk membantu kaus miskin kerap gagal karena cara-cara itu tidak menjangkau orang miskin seperti Prema.

loading...

Uang yang diterima Prema dari menjual rambutnya cukup untuk membeli makan siang di sebuah restoran kelas menengah di kota besar. Namun, di desanya, dia bisa membeli banyak hal.

"Saya membeli tiga bungkus nasi matang, yang satunya seharga 20 rupee (Rp3.800) untuk ketiga anak saya," tutur Prema.

Untuk sesaat, Prema dan ketiga anaknya bisa makan. Namun, Prema tahu dia sudah kehilangan opsi terakhir dan mulai khawatir bagaimana cara menyediakan makanan selanjutnya.

Selama bertahun-tahun dia bekerja bersama suaminya di pabrik batu bata dan mereka punya cukup uang untuk sekadar makan.

Suaminya mengambil pinjaman untuk memulai usaha pembuatan batu bata secara mandiri, namun rencana itu tidak berhasil dan frustrasi memuncak.

Pria tersebut tidak pernah mampu mendapatkan cukup uang dan mengalami depresi. Dia lantas bunuh diri tujuh bulan lalu dengan membakar dirinya sendiri.

Prema mempertimbangkan untuk mengikuti jejak sang suami setelah menjual rambutnya.

"Saya ke toko dan meminta racun serangga."

Namun, ketika melihat Prema dalam kondisi linglung, penjaga toko justru mengusirnya.

Dia kemudian pulang ke rumah dan memutuskan mencoba cara lain. Dia mengambil biji tanaman oleander dan mulai menggilingnya menjadi lembut.

Tiba-tiba kakak Prema yang tinggal di satu kawasan permukiman mampir ke rumah dan mencegah Prema menelan ramuan beracun itu.

Prema mengaku tekanan untuk mengembalikan uang yang dipinjam suaminya telah menghancurkannya.

Loading...
Loading...