Sabtu, 18 Januari 2020 23:16 WITA

Pesisir Sungai Jeneberang Ditanami Vetiver, Warga Dataran Tinggi Diminta Tanam Kopi

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Abu Asyraf
Pesisir Sungai Jeneberang Ditanami Vetiver, Warga Dataran Tinggi Diminta Tanam Kopi
Sekda Gowa, Muchlis

RAKYATKU.COM,GOWA - Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis menghadiri sekaligus menjadi narasumber dialog Empo Sipitangari.

Acara itu digelar di Warkop New Tosil, Jalan Tun Abd Razak, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jumat (17/1/2020).

Dialog tersebut digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Mahasiswa Gowa (Hipma) Gowa.

Muchlis membeberkan upaya pemerintah dalam melakukan pemanfaatan dan pelestarian kawasan Sungai Jeneberang. Salah satunya akan dilakukannya penanaman jenis pohon vetiver.

Pohon ini dikenal efektif untuk menahan erosi sehingga dapat mencegah terjadinya longsor.

"Tanaman vetiver ini sangat baik untuk menguatkan tanah. Jadi kami telah mengajak kerja sama jajaran Polres dan Dandim untuk mengecek lokasi mana yang cocok. Terutama daerah rawan longsor dan jalan provinsi," katanya.

Selain itu, untuk mencegah longsor dan banjir terulang di wilayah Kabupaten Gowa tahun lalu, pemerintah pusat segera membangun bendungan baru untuk menampung debit air dalam jumlah besar di Wilayah Kabupaten Gowa, Makassar, dan sekitarnya. 

loading...

Ide tersebut muncul saat kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla awal tahun lalu.

"Bendungan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan banjir," jelasnya.

Tak sampai di situ, untuk dataran tinggi, para petani telah diedukasi untuk menanam kopi di bantaran sungai. Bisa ditanam berdampingan dengan tanaman sayur.

Muchlis turut menyampaikan apresiasi kepada Hipma Gowa karena telah mengadakan kegiatan atau diskusi seperti ini untuk menyamakan persepsi dan dengar pendapat.

Ketua DPP Hipma Gowa, Ririn Hasyim mengatakan, tujuan dialog ini untuk menggalang pemikiran-pemikiran strategis. Nantinya dijadikan acuan dalam rangka mencari titik temu kebijakan strategis pencegahan bencana akibat kerusakan lingkungan. 

Loading...
Loading...