Kamis, 16 Januari 2020 10:04 WITA

Apartemen Koruptor Digerebek, Uang Tunai Rp397 Miliar Ditemukan di Brankasnya

Editor: Suriawati
Apartemen Koruptor Digerebek, Uang Tunai Rp397 Miliar Ditemukan di Brankasnya
CCTV

RAKYATKU.COM, CHINA - Seorang pejabat Tiongkok yang dituduh menerima suap dan korupsi telah menyembunyikan ratusan bungkus uang tunai di flatnya.

Menurut Msn.com, jumlah uang itu adalah 200 juta yuan, atau setara dengan Rp397 miliar.

Brankas dan koper berisi uang dugaan suap dilaporkan ditemukan ketika pihak berwenang menggerebek apartemen Lai Xiaomin di Beijing.

Lai adalah mantan kepala China Huarong Asset Management Co, sekaligus Sekretaris Partai Komunis.

Pria berusia 57 tahun itu ditangkap pada tahun 2018. Rincian mengejutkan terkait kasusnya baru-baru ini diungkapkan oleh media China, CCTV, dalam sebuah film dokumenter.

Apartemen Koruptor Digerebek, Uang Tunai Rp397 Miliar Ditemukan di BrankasnyaMenurut program tersebut, Lai mengatakan bahwa penyuap memberinya uang secara tunai dan secara pribadi membawa itu ke flatnya, yang tidak berpenghuni. 

"Saya mengambil [uang] dan menaruhnya di sana, seperti pergi ke supermarket," kata Lai.

Pria itu kemudian menambahkan bahwa uang itu telah dikunci di dalam lemari besi.

"Saya tidak menghabiskan satu sen pun dan meninggalkan semuanya di sana. Pada akhirnya, semua disita oleh organisasi (Partai Komunis)."

loading...

"Apa gunanya memiliki begitu banyak uang yang tidak berani saya habiskan atau gunakan?"

Laporan resmi juga menuduh Lai telah menerima banyak properti, mobil mewah, arloji mahal, emas, lukisan dan karya seni kaligrafi. 

Namun nilai total suap itu tidak diungkapkan.

Apartemen Koruptor Digerebek, Uang Tunai Rp397 Miliar Ditemukan di BrankasnyaLai berasal dari pedesaan di Jiangx. Ia memulai karirnya dengan bergabung di People's Bank of China pada Juli 1983.

Dia kemudian memegang posisi kunci di Komisi Regulasi Perbankan China, badan yang dikelola pemerintah yang mengatur sektor perbankan, serta Biro Regulasi Perbankan Beijing.

Pada bulan April 2018, saat memimpin China Huarong Asset Management, dia diselidiki oleh pengawas korupsi Beijing.

Dia didakwa melakukan penyuapan, korupsi dan bigami pada Februari 2019.

Tags
Loading...
Loading...