Rabu, 15 Januari 2020 22:19 WITA

Ini Alasan Jalan Masjid Raya di Gowa Belum Layak Terapkan SSA

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Andi Chaerul Fadli
Ini Alasan Jalan Masjid Raya di Gowa Belum Layak Terapkan SSA

RAKYATKU.COM, GOWA - Salah satu jalan strategis di Gowa menerapkan Sistem Satu Arah (SSA). Sejumlah pengendara ada yang mendukung. Adapula yang menolak.

Sepeti halnya di jalan Masjid Raya, Sungguminasa. Arus lalu lintas di jalan tersebut kini berubah menjadi satu arah. Pengendara pun harus mencari jalan lain untuk bisa sampai ke tujuannya. Ada dua alasan mengapa jalan itu belum layak diterapkan SSA.

Alasan pertama, pengendara yang melintas dari arah Rujab Bupati Gowa, ingin menuju Masjid Agung Syekh Yusuf, kini tidak bisa langsung saja lurus melewati jalan tersebut.

Justru harus berputar mencari jalan lain untuk sampai ke masjid tersebut. Alasan kedua, jalan Masjid Raya adalah jalan yang memiliki pusat perkantoran yang strategis. Seperti kantor Bupati, dan kantor DPRD Gowa. Termasuk tempat perbelanjaan di sana.

"Lokasi masjid raya juga menjadi salah satunya (tempat strategis). Selain itu, ada juga lokasi pendidikan dan jalur pelayanan (ada sekolah. Ada juga kantor bupati, dan DPRD Gowa), yang sangat intens bagi masyarakat," kata Ketua Komisi III DPRD Gowa, Andi Lukman Naba kepada Rakyatku.com, Rabu (15/1/2020).

Legislator dari partai Demokrat itu menjelaskan, ada aturan terkait menyikapi SSA tersebut. Dalam hal ini, mengacu pada PP nomor 26 tahun 1985 tentang jalan. 

"Pembina jalan dalam hal ini Dishub, wajib mengusahakan agar jalan dapat digunakan bagi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ujar Lukman.

loading...

Menurut dia, penerapan SSA di jalan itu juga akan berdampak pada perekonomian para pedagang, pemilik toko, dan cafe. Mereka kehilangan pelanggan. Akibat jauhnya jarak yang ditempuh pengendara, jika ingin berbelanja di jalan tersebut.

Biaya operasional kendaraan pun tak luput dari perhatian. Khususnya bagi orang tua pelajar di SMKN 1 Sungguminasa, yang juga beralamat di jalan Masjid Raya, tepat di samping kantor Bupati Gowa.

Orang tua yang hendak mengantarkan anaknya sekolah, harus mencari jalan lain untuk sampai di sekolah itu. Otomatis, konsumsi bahan bakar pun juga akan semakin banyak. Berbeda sebelum SSA itu diterapkan.

"Banyak orang tua siswa yang memerlukan biaya tambahan, untuk keliling lagi mencari jalan lain. Itulah semua keluhan warga tadi dalam rapat aspirasi," tuturnya.

Olehnya, Lukman merekomendasikan kepada pihak Dinas Perhubungan Gowa untuk mengkaji ulang sistem tersebut. Dia tak ingin kesusahan masyarakat bertambah, hanya karena persoalan jalanan.

Tags
Loading...
Loading...