Rabu, 15 Januari 2020 13:34 WITA

Kisah Perjuangan Chaerul, Montir Motor di Sulsel yang Sukses Bikin Pesawat Sendiri

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Mulyadi Abdillah
Kisah Perjuangan Chaerul, Montir Motor di Sulsel yang Sukses Bikin Pesawat Sendiri
Aksi Chaerul saat melakukan uji coba pesawat rakitannya di Pantai Ujung Tape, Kabupaten Pinrang.

RAKYATKU.COM, PINRANG - Tubuh Chaerul masih gemetar. Sensasi berada di atas udara, baru dialaminya di usia 40 tahun. Hebatnya, pesawat yang digunakan adalah buah tangannya. Rakitan.

Nama Chaerul, kini menjadi buah bibir. Ia adalah warga Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 

Butuh tiga bulan merakit pesawat jenis Ultra Light. Pun butuh berkali-kali uji coba agar bisa terbang. Dan penanggalan 14 Januari 2020, pesawat itu berhasil terbang dan mengudara. 

Momen uji coba sukses itu, ramai dibagikan netizen di sosial media. Uji coba berlangsung di Pantai Ujung Tape, Kabupaten Pinrang.

Dari video yang beredar, proses take off sukses. Pesawat itu berputar-putar di langit Kabupaten Pinrang. Begitu pun saat mendarat. Mulus. 

“Saya masih gemetar, merasakan sensasi terbang untuk pertama kalinya,” kata Chaerul saat dihubungi, pada Rabu (15/1/2020) , sesaat lalu.

Chaerul adalah montir sepeda motor pengangkut gabah. Pria yang tidak lulus SD ini, sebelumnya telah dua kali melakukan ujicoba terhadap pesawat rakitannya. Namun gagal terbang.

loading...

“Ada beberapa komponen yang saya ganti termasuk mesinnya, dan akhirnya bisa terbang,” jelasnya.

Chaerul mengaku terobsesi membuat pesawat terbang karena penasaran ingin naik pesawat, sehingga memanfaatkan barang .

"Saya belum pernah naik pesawat, makanya bikin sendiri".

Pesawat terbang jenis Ultra Light buatannya itu, terbuat dari barang bekas seperti roda gerobak pengangkut pasir, sedangkan sayap yang terbentang di atas pesawat tersebut terbuat dari parasut bekas yang biasa dijadikan penutup mobil. Adapun mesinnya terbuat dari Mesin Motor Kawasaki Ninja RR 150 CC.

“Untuk badan pesawat saya menghabiskan biaya Rp 8 juta, sementara untuk mesin motor Rp15 juta," demikian Chaerul.

Loading...
Loading...